Gerhana bulan emang selalu menarik banyak orang. Nggak terkecuali ketika bulan berwarna merah. Yup, fenomena ini disebut sebagai gerhana bulan merah atau blood mon. Kejadian yang sama pernah disaksikan pada awal bulan April lalu. Istimewanya, kali ini permukaan bulan menjadi semerah darah bisa dilihat lagi pada 8 Oktober 2014.

Gerhana bulan darah ini akan menjadi penutup rangkaian empat gerhana yang terjadi tahun ini atau yang biasa disebut Tetra. Sayangnya, berbagai mitos mewarnai fenomena alam yang cukup unik ini. Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Jaguar akan memakan bulan

Suku Inca sangat menghormati alam, hal ini ditunjukkan ketika peristiwa gerhana bulan darah ini terjadi. Mereka mempercayai hal tersebut karena jaguar bakal memakan bulan dan kemudian turun ke bumi untuk memakan semua manusia. Alhasil, ketika gerhana sedang terjadi, mereka bakal bersuara gaduh supaya si jaguar takut dan mengurungkan niatnya untuk turun ke bumi.

Bulan sakit dan berdarah

Suku Hupa yang mendiami daerah utara California, Amerika Serikat berbeda keyakinan dengan Inca. Menurut mereka, bulan menjadi merah karena sedang sakit setelah diserang oleh binatang peliharaannya yang banyak banget jumlahnya. Gara-gara si bulan telat atau lupa ngasih makan, binatang peliharaannya ini pun ngamuk dan menyerang bulan hingga berdarah. Ada-ada aja ya.

Tanda dari tuhan

Memasuki wilayah yang religius nih. Bagi umat Kristen dan Yahudi, gerhana bulan darah ini menjadi semacam pertanda yang dikirimkan oleh Tuhan. Begitu pula dengan pemeluk agama lain, mereka juga mengaitkan dengan berbagai hal dengan kepercayaan yang dianutnya.

Terlepas dari berbagai mitos-mitos tadi, fenomena langka ini juga bisa kok dijelaskan secara ilmiah.