Talkmen.com --- Sinergi pakaian dan rasa percaya diri, pakaian yang tepat saat wawancara kerja dipercaya berpengaruh pada kredibilitas Anda.

Tidak harus mahal atau terlihat kumal, yang penting adalah bagaimana mencuri impresi pewawancara.

Wawancara kerja terkadang menjadi momok yang menakutkan bagi seseorang. Tak jarang, saat sesi wawancara tiba, rasa panik dan bingung menerpa. Akibat yang ditimbulkan pun macam-macam, dari mulai 'salah kostum' sampai kehilangan fokus hingga menjawab seadanya. Jangan sedih bila posisi yang Anda inginkan hilang begitu saja hanya karena beberapa kesalahan yang sebetulnya dapat diatasi sebelum wawancara berlangsung. Salah satunya adalah penampilan. Mana yang lebih penting, menguasai materi wawancara, atau cara berpakaian? Keduanya penting, dan keduanya saling mendukung.

Kalimat first impression itu memang benar adanya. Saat memasuki ruangan wawancara,mata pewawancara pertama kali akan menangkap cara berpakaian Anda. Tidak mungkin pewawancara akan langsung mengetahui karakteristik dan isi pikiran Anda, kecuali ia mampu bertelepati. Oleh karena itu, mencuri impresi pewawancara amat penting dilakukan, yaitu dengan memperkuat penampilan Anda sehingga kesan elegan dan berkelas akan melekat. Dengan penampilan yang tepat, otomatis rasa percaya diri akan mengikutinya hingga Anda mampu mengikuti wawancara kerja itu sebaik mungkin. And for the result, let God do the rest! 

Clothes make the man

Cara pria berpakaian, itulah gambaran pribadinya. Sangat mudah bagi pewawancara untuk menilai kepribadian Anda dari cara berpakaian. Di sinilah Anda boleh mencoba untuk menjaga penampilan agar mendapat poin plus pertama sebelum wawancara dimulai. Ingat, tidak selamanya wawancara kerja itu identik dengan pakaian sangat formal, bahkan lengkap dengan setelan jas. Bukannya wawancara, nanti Anda dikira akan menghadiri rapat dengan dewan direksi. Ketahui baik-baik perusahaan yang Anda lamar, siapa tahu perusahaan itu menerapkan suatu etika tertentu bagi pelamar yang akan mengikuti sesi wawancara. Perusahaan-perusahaan besar, baik nasional maupun internasional biasanya mempunyai standar tertentu bagi pelamar di perusahaannya.

Pemilihan warna, jenis kemeja, sampai aksesorisnya adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menghadiri wawancara kerja.
 

Perusahaan seperti perbankan, pertambangan atau energi, dan telekomunikasi adalah beberapa contoh perusahaan yang mengharuskan pelamar mengenakan pakaian formal saat wawancara. Apabila Anda tidak ingin tampil sebegitu formal, cukup kenakan kemeja dengan dasi dan celana bahan panjang. Ingat, semakin pas penampilan, maka pewawancara akan semakin tertarik untuk mengetahui sosok Anda lebih jauh. Untuk kemeja, pilihlah warna-warna pastel yang lembut seperti baby bluebeigebaby pink, atau light grey. Hindari mengenakan kemeja dengan warna kontras karena akan mengurangi fokus pewawancara. Selain itu, Anda juga dapat tampil lebih ekspresif dengan kemeja bermotif seperti garis vertikal atau gingham.

Never use the word 'cheap'

Sementara itu, ada beberapa perusahaan yang memang dikenal lebih 'kasual' dalam etika berpakaian bagi seseorang yang melamar pekerjaan. Perusahaan yang bergerak di bidang media, periklanan, atau public relations adalah beberapa contoh peruasahaan yang membolehkan seseorang tampil semi formal saat mengikuti sesi wawancara. Semi formal di sini jangan disalah artikan dengan pakaian santai, kumal, dan acak-acakan. Ada baiknya Anda teteap mengenakan kemeja, dengan celana jeans, dan dress shoes yang kini sedang menjadi tren mode bagi pria. Bila Anda ingin menambah kesan kasual elegan, kenakan blazer agar sosok Anda terlihat lebih mapan dan berkarakter.

Untuk gaya semi formal, Anda dapat memakai kemeja, celana jeans, dan blazer untuk memperkuat karakter.
 

Bagaimana mengetahui cara berpakaian yang tepat pada perusahaan tertentu yang belum Anda kenal baik? Tidak ada cara lain selain mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai perusahaan tersebut. Jangan ragu untuk bertanya pada orang-orang di sekitar, akan lebih bagus bila orang tersebut bekerja di perusahaan yang Anda lamar. Tujuannya semata-mata untuk menambah wawasan Anda saat sesi wawancara berlangsung sekaligus menguatkan rasa percara diri tentunya. Well, good luck, bro!