Merdeka.com --- Seorang lelaki Swedia membiarkan pecahan botol tertanam di pipi kirinya selama 17 hari. Beberapa dokter gagal menemukan pecahan itu dan menyingkirkannya.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Sabtu (4/1), Patrik Moberg terlibat perkelahian di Finlandia dan saat pulang kembali ke negaranya, lukanya terus berdarah dan hingga ke lima rumah sakit belum satu pun paramedis menemukan botol kaca yang tertanam di pipinya itu.

"Mereka bilang ada benda keras di pipi saya tapi tidak menggunakan sinar X untuk melihatnya," ujar Moberg.

Moberg hanya diberitahu agar bersabar lukanya pasti sembuh setelah dijahit. Namun jahitan itu tidak menghentikan pendarahan dan dia harus mengganti perban sepanjang hari. 

Dokter ketiga dia kunjungi malah mengatakan bagian keras itu yakni darah menggumpal dan hanya mengambil penisilin agar lebih baik.

Namun setelah 17 hari kemudian dokter ke lima kaget menemukan pecahan kaca di pipi Moberg. Meski kesakitan dia tetap tenang. "Masih ada yang lebih buruk dari ini," ujarnya.

pipi-lelaki-swedia-ini-tertanam-pecahan-botol-selama-17-hari