Pria penggemar foto-foto syur siap-siap kecewa. Majalah Playboy tak lagi menyajikan foto telanjang. Mengapa? Keputusan untuk tidak lagi menjual foto telanjang sebagai pemikat ini diumumkan dalam sebuah artikel di New York Times yang mengulas tentang logo baru Playboy.

Meski demikian, menurut CEO Playboy, Scott Flanders, majalah ini tetap akan menampilkan gambar-gambar perempuan dengan pose yang menggairahkan namun tidak lagi telanjang. Jadi sudah tidak "nakal" lagi melainkan jadi anak baik.

Keputusan ini diambil sebab berkaitan dengan penurunan sirkulasi yang dialami oleh hampir seluruh majalah di dunia, termasuk Playboy. Selain itu, Playboy belum menemukan kesuksesan besar di online, mereka butuh audiens baru. Kita tahu begitu banyak portal mengandung konten pornografi di internet sehingga ini menggerus "kelebihan" Playboy.

Sebenarnya majalah Playboy tidak melulu soal ketelanjangan, majalah ini juga gemar menyajikan tulisan-tulisan budaya dan politik yang bermutu. Bahkan politik yang sangat menarik. Portal Playboy sendiri tampilannya kini menjadi lebih "sopan" semenjak setahun terakhir tanpa menjual foto telanjang