Akun penyedia layanan rekening bersama yang sedang bermasalah ini adalah Blackpanda yang diketahui dikelola oleh seorang berinisial RW yang berlokasi di Surabaya. Ia terdaftar di Kaskus sejak 2009 dan menyediakan layanan rekening bersama pada 2013.

Public Relation & Partnership Manager Kaskus, Quary Mitratama mengatakan, total dana yang "nyangkut" di Blackpanda masih dihitung dan makin banyak korban yang melaporkan kerugiannya.

"Transaksinya beda-beda, ada yang Rp 2 juta sampai Rp 15 juta," kata Quary saat dihubungi lewat telepon.

Hingga hari ini total dana yang "nyangkut" di Blackpanda adalah Rp 515.696.586. Transaksi terbesar yang dilakukan antara penjual dan pembeli adalah Rp 17.650.000.

Pihak Kaskus menanggapi masalah dengan membuat thread diskusi yang memberikan informasi terkini seputar Blackpanda. Di sana juga tersedia data daftar korban dan total dana yang "nyangkut" di Blackpanda.

Dari keterangan yang didapatkan Kaskus setelah menghubungi Blackpanda, para pengelola layanan rekber ini mengaku "masih berusaha melakukan audit karena ada selisih antara pembukuan Blackpanda dengan pihak bank."

Kendati demikian, Kaskus tetap mengizinkan para penggunanya untuk melaporkan pengelola Blackpanda kepada pihak kepolisian sesuai domisili.

Layanan rekening bersama atau rekber yang selama ini ada di Kaskus, bukan merupakan layanan resmi dari Kaskus. Ini merupakan layanan yang diinisiasi dan disediakan para pengguna Kaskus.

Seseorang yang membeli barang dari penjual di Kaskus, dapat memanfaatkan penyedia rekber yang telah disepakati kedua pihak. Pembeli akan mentransfer dana sesuai harga yang dijual pedagang. Rekber akan mentransfer sejumlah kecil uang kepada pedagang dan memintanya mengirim barang sesuai pesanan pembeli. Setelah barang sampai di tangan pembeli, barulah penyedia rekber akan mentransfer sisa dana kepada penjual. Dari jasa ini, penyedia rekber akan mendapatkan komisi sesuai kesepakatan. Nah lo, runyam kan bro, semoga loe gak jadi korbannya Bro?