Ajang ratu kecantikan Irak sukses diselenggarakan di Baghdad pada 22 Desember lalu. Miss Irak terakhir kali digelar pada 1972.

Penyelenggara mengadakan ajang itu dengan segala resiko. Bahkan, beberapa peserta mendapat teror akan dibunuh oleh organisasi konservatif.

Meski begitu, ajang Miss Irak sukses digelar. Dan, mahkota Miss Irak jatuh kepada Shaima Qassem Abdulrahman yang berusia 20 tahun.

"Aku ingin membuktikan kalau perempuan Irak yang harus memiliki ekstitensi di masyarakat. Perempuan Irak harus memiliki hak yang sama dengan para pria," ujar Shaima kepada NBC News.

Setelah menang, Shaima berjanji akan fokus membangun dunia pendidikan, terutama untuk anak-anak korban perang di Irak.

Sebenarnya, ajang Miss Irak rencananya digelar pada Oktober. Namun, karena kondisi politik yang tak memungkinkan maka baru bisa diselenggarakan pada Desember. Itu pun beberapa kontes dihilangkan, termasuk kontes bikini.