Merdeka.com--- PT Pertamina Patra Niaga mengalami kerugian senilai kurang lebih Rp 1,5 miliar rupiah dalam kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dengan mobil tangki bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa hari yang lalu. Kecelakaan yang terjadi di Bintaro tersebut tak sedikit memakan korban.

"Kalau masalah kerugian Rp 1,4 miliar, dan Rp 156 juta untuk BBM-nya. Kalau secara material, 24 kiloliter," kata Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Ferdy Novianto di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan, Kamis (12/12).

Ferdy menjelaskan, pada saat kecelakaan hebat tersebut, dia memastikan bahwa kendaraan mobil tangki itu dalam keadaan yang sangat baik. Selain itu, dia mengatakan bahwa seluruh sopir perusahaan Pertamina juga dalam keadaan sehat dan tak ada masalah apa-apa.

"Kendaraan pada saat itu dalam keadaan sangat baik, kondisi sedang baik. Selama ini kita juga lewat daerah sana, jadi sudah rutin. Sopir itu penerimaannya juga sudah baik, punya Sim B umum, cek kesehatan. Ini kita lakukan secara standar operasional. Sudah sesuai SOP," ujarnya.

Kendati demikian, hingga saat ini Ferdy enggan berkomentar tentang adanya opini bahwa kecelakaan tersebut adalah kesalahan sopir mobil tangki milik perusahaannya. Menurutnya, hingga saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan tentang kecelakaan tersebut.

"Kalau masalah ini kita sedang melihat dari kepolisian, kita belum bisa bilang ini salah atau tidak. Jadi kita tidak boleh mengambil kesimpulan tanpa ada referensi yang jelas. Justru kita lebih fokus pada korban-korban yang menjadi tanggung jawab kami," imbuh Ferdy.