Anak break dance atau street dance, pasti seneng sama bela diri yang satu ini. Namanya Capoeira. Ini adalah seni bela diri asal Brazil yang merupakan paduan dari seni tari dan bela diri. Gerakannya kurang lebih sama dengan gerakan break dance, ada salto, hand stand, dsb, tapi tentu saja namanya juga bela diri, di balik gerakan tarian nan indah itu ada serangan mematikan.   Tapi biasanya sih, para capoeirista (praktisi capoeira) tidak mau menyamakan bela diri ini dengan break dance. Pasalnya, capoeira bukan cuma soal keindahan gerak saja, tapi juga ada filosofi-filosofi yang harus dipahami. Terlepas dari itu, semua balik lagi ke diri masing-masing untuk tujuan apa loe mau mempelajari capoeira. Karena banyak hal yang bisa loe dapat dari bela diri ini.   Ada yang cuma mau belajar salto-salto dan terbang-terbangnya, boleh... Ada yang cuma mau cari olah raga buat bakar lemak, gak masalah... Ada yang cuma seneng sama musik berimbau yang mengirinya, silakan...   Kenapa bela diri ini mirip tarian? Karena pada awalnya, seni ini dikembangkan oleh para budak Afrika di perkebunan untuk melawan penindasan. Saat itu mereka tidak boleh belajar bela diri, maka mereka menyarukannya dengan tarian. Majikan mereka hanya melihat mereka belajar tari-tarian, namun sebenarnya dibalik itu, mereka sedang mengasah kemampuan capoeiranya.   Karena disamarkan dengan belajar tarian, tentunya harus diiringi dengan musik. Ini satu lagi yang seru dari capoeira. Berlatih dan bertanding dengan diiringi musik. Ritme diatur oleh sebuah alat musik tradisional asal Brazil yang bernama Berimbau. Bentuknya seperti busur panah yang ditempeli genderang kecil.   Di Indonesia sendiri, kalau loe mau coba-coba atau malah mau serius belajar capoeira, sudah ada beberapa grupo dan academia Capoeira yang berafiliasi dengan organisasi capoeira Interntional. Di Jakarta sendiri paling tidak ada dua wadah capoeira yang berafiliasi dengan academia Beribazu dan Sinha Bahia asal Brazil. [rad]   Sumber foto: capoeira.uchicago.edu