Sikap tegas Jokowi perihal kebijakan tentang larangan warga asing untuk memasuki wilayah perairan Indonesia, mendapatkan berbagai tanggapan. Ada yang pro dengan keputusan mantan Gubernur Jakarta tersebut, ada pula yang mengecam, salah satunya adalah Malaysia. Lewat sebuah tulisan di sebuah media, negeri jiran tersebut menyatakan jika sikap Jokowi adalah suatu bentuk keangkuhan.

Menanggapi hal tersebut, Menko Polhukam, Tedjo Edhy Purdjiatno pun ikut ambil suara. Ia menyatakan jika sikap Presiden adalah bentuk ketegasan untuk melindungi kedaulatan tanah air. Seperti yang diketahui, Jokowi juga mengijinkan AL untuk menenggelamkan kapal asing yang beroperasi di wilayah perairan Indonesia. Tedjo menambahkan jika Malaysia juga melakukan ketegasan hukum kepada TKI yang melakukan kesalahan ketika bekerja di sana.

“Presiden Jokowi bukan angkuh tapi tegas, kenapa orang kita digantung di sana? Siapa yang angkuh sekarang. Media Malaysia menyatakan kita angkuh, lalu kenapa orang kita dihukum mati di sana? Berbuat kesalahan di sini kok enggak boleh ditenggelamkan,” ungkap Tedjo.

Lebih lanjut, Tedjo mengatakan jika menenggelamkan kapal asing yang memasuki wilayah sebuah negara adalah hal yang diperbolehkan dan memiliki dasar hukum. Apalagi jika si pelaku juga nggak bisa menunjukkan surat-surat yang harusnya dimiliki.

“Ya ada, enggak ada masalah. Ini negara kita, jangan diatur orang asing. Yang terbukti melanggar, tidak ada suratnya, tidak ada aturannya, fishing groundnya melanggar, awak kapal bukan orang Indonesia, hanya pakai bendera Indonesia,” pungkas Tedjo.