Pada Kamis (1/10), pemuda berusia 26 tahun Chris Harper Mercer memasuki lingkungan kampus Umpqua Community College, Oregon Amerika Serikat. Kemudian, ia mulai melepas tembakan.

Mendengar suara tembakan, para mahasiswa di kampus itu langsung panik dan berusaha bersembunyi di dalam kelas. Dari tempat persembunyiannya, salah satu mahasiswa mengaku mendengar sekitar 40 tembakan.

Bahkan mahasiswi bernama Kortney Moore mengaku melihat langsung gurunya ditembak oleh pelaku. "Setelah menembak, ia minta kami tiarap," ujar Moore.

Menurut pengakuan para saksi mata, ketika melakukan aksi brutalnya itu, Harper Mercer terlihat membawa tiga pistol dan sebuah senapan. Ia juga nampak memakai rompi anti peluru.

Akibat tragedi itu, 10 orang dipastikan meninggal dunia. Sementara sang pelaku, Harper Mercer tewas ditembak polisi.

Jika melihat postingannya pada Agustus lalu di sebuah situs komunitas, Harper Mercer mengungkapkan dirinya sangat kagum terhadap Vester Flanagan.

Flanagan adalah pelaku penembakan terhadap dua jurnalis televisi WDBJ7, Alison Parker dan Adam Ward saat mereka sedang siaran langsung.