Pesawat turboprop milik Trigana Air, hilang dalam penerbangan dari Sentani ke Oksibil, Papua, hari ini (16/8). Pesawat berpenumpang 54 orang ini lepas landas dari bandara Sentani pada pukul 14.21 WIT dan hilang kontak sekitar 30 menit kemudian. Oksibil merupakan sebuah kota di kawasan selatan Papua.

Dari 54 penumpang, 44 orang adalah penumpang dewasa, 5 anak-anak dan 5 kru pesawat. Juru bicara Kementrian Transportasi, Julius Barata membenarkan soal hilangnya pesawat tapi masih belum tahu pasti kondisinya.

“Kami belum yakin apa yang terjadi dengan pesawat tersebut dan kami terus berkordinasi dengan pemerintah lokal. Cuaca di sana saat ini cukup buruk, gelap dan berawan. Tidak kondusif untuk pencarian. Daerahnya berbukit-bukit,” terangnya dalam wawancara dengan kantor berita AFP.

Menurut data Aviation Safety Network, sejak mulai beroperasi pada 1991, Trigana Air telah mengalami 14 insiden serius. Trigana beroperasi di kawasan sekitar Indonesia timur seperti Papua. Dalam 14 tahun ini, ia kehilangan 10 pesawat.

Dan dalam setahun ini, hilangnya Trigana merupakan insiden penerbangan yang ketiga di Indonesia. Akhir Desember lalu, Air Asia jatuh di Laut Jawa dalam penerbangan dari Surabaya ke Singapura, menewaskan 192 orang (28/12). Sementara baru beberapa minggu lalu, pesawat Hercules jatuh di Medan dan menewaskan 140 orang, penumpang dan warga di darat (30/6).