Penyebaran Ebola nampaknya makin menggila, hingga saat ini virus mematikan tersebut udah merenggut setidaknya 2.461 jiwa, serta hampir menjangkiti hampir lima ribuan orang. Korban yang semakin bertambah membuat beberapa negara berinisiatif untuk memberikan bantuan.

Presiden Amerika serikat, Barrack Obama, rencananya bakal memberikan bantuan medis hingga militer. Obama sangat khawatir tentang penyebaran virus ini, yang sangat mungkin menyerang negara hingga benua lain.

Menurut laporan Washington Post, jumlah militer yang akan dikirim ke negara terjangkit diperkirakan hingga mencapai 3.000 orang. Sesampainya di sana, Obama berjanji akan segera membangun 17 pusat pengobatan dan nggak lupa juga membawa sebanyak 1.700 tempat tidur untuk pasien.

Ternyata nggak hanya Amerika Serikat aja nih yang tergerak untuk membantu, kabarnya, China pun Tengah bersiap-siap melakukan hal yang sama. Seperti yang direncanakan, China bakal mengirimkan sekitar 115 dokter terbaiknya, termasuk perawat dan ahli epidermologi.

Nantinya Palang Merah Internasional dan Lembaga Bulan Sabit Merah juga bakal ikut membantu para korban. Bahkan menurut informasi, Lembaga Bulan Sabit Merah udah membuka sekitar 60 pusat pengobatan di kota Kenema, Sierra Leone.

Namun yang harus diperhatikan oleh para relawan ini adalah tentang fakta penyebaran Ebola yang sangat cepat menjangkiti orang pendatang. Dengan bantuan ini diharapkan virus mematikan tersebut bisa ditangani bahkan dihilangkan sama sekali keberadaannya.