Sebuah pernyataan disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yakni untuk ngga mengonsumsi daging sapi yang digembalakan di tempat pembuangan akhir (TPA). Pasalnya sapi tersebut telah mengonsumsi berbagai jenis sampah yang tentu aja membahayakan bagi manusia yang mengonsumsi dagingnya.

Seiring dengan meningkatnya jumlah penjualan daging sapi menjelang Idul Adha, Dinas Peternakan dan Kesehatan hewan Jawa Tengah menghimbau untuk lebih selektif dalam membeli dan mengonsumsi daging sapi dari daerah tersebut. Sapi yang digembalakan di dekat TPA tersebut dagingnya mengandung banyak bahan kimia dan logam berat.

Pihak pemerintah juga menghimbau kepada para pemilik sapi yang ingin menjual sapi-sapinya tersebut untuk memberi pakan normal selama satu hingga dua bulan agar mampu menetralisir semua zat kimia yang ada dalam sapi tersebut. Meskipun ngga ada jaminan sapi akan 100% terbebas dari zat-zat berbahaya tersebut.

Himbauan tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan di Universitas Diponegoro. Penelitian tersebut menghasilkan kesimpulan jika sapi-sapi tersebut udah tercemar logam berat seperti mercury, cadmin dan cobalt yang melampaui batas yang ditentukan oleh kementrian kesehatan.

Mengonsumsi daging sapi yang memiliki kandungan zat logam berat tinggi sangat berbahaya. Pengonsumsinya bisa terancam keracunan, anemia, gangguan pencernaan dan organ serta penyakit jangka panjang yang sangat berbahaya.