Sepak bola kerap menghadirkan pertandingan seru. Namun, siapa sangka sepak bola juga punya sisi menarik atau tak terduga. Salah satunya kutukan yang mengerikan hingga berusia 100 tahun loh, Gengs.

Ada yang kutukannya sudah berakhir, ada pula yang masih berlangsung. Mau tahu kutukan apa saja yang paling mengerikan di sepak bola, baca artikelnya sampai habis. Dijamin bikin lo terheran-heran.

1. Kutukan Bela Guttmann

Buat lo yang masih awam dengan Bela Guttmann, manajer klub raksasa Portugal, Benfica pada medio 1962. Guttmann membawa kesuksesan bagi Benfica di kancah domestik dan Eropa. Benfica dibawanya mempertahankan gelar juara Liga Portugal pada tahun 1961 dan 1962. Di tahun yang sama, doi membawa Benfica juara Piala Champions, nama dahulu Liga Champions.

Prestasi gemilangnya ini bikin Guttmann minta naik gaji. Tapi, manajemen Benfica menolaknya. Guttmann pun marah. Doi mengutuk Benfica tak akan juara Eropa lag. Kebetulan atau tidak, sampai sekarang Benfica belum pernah juara lagi di kancah Eropa.

2. Kutukan Penyihir Vs Timnas Australia

Kutukan selanjutnya menimpa timnas Australia yang terjadi pada kualifikasi Piala Dunia 1970. Saat itu, Australia harus menang melawan Zimbabwe. Australia pun menyewa jasa penyihir.

Singkat cerita, penyihir itu melakukan ritual dan hasilnya Australia menang dengan skor 3-1. Tapi, Australia nggak membayar jasa penyihir itu. Sang penyihir mengutuk Australia nggak akan lagi masuk Piala Dunia. Kutukan ini bikin Australia nggak lolos Piala Dunia 1970 setelah kalah dari Israel di play-off.

Ajaibnya, Australia selalu gagal lolos ke Piala Dunia. Sampai pada akhirnya, penyiar radio Australia John Safran melakukan perjalanan ke Mozambik dan menyewa dukun buat mengangkat kutukan itu. Hasilnya, kutukan itu berakhir, Australia lolos ke Piala Dunia 2006. Ini kebetulan atau gimana nih, Gengs?

3. Kutukan Kucing Mati di Markas Racing

Kutukan mengerikan lainnya ada di markas klub Argentina, Racing. Awal mulanya suporter rival Racing, Independiente mengubur tujuh kucing hitam mati di stadion lawan tahun 1967. Hal itu dilakukan supaya Racing jatuh. Kebetulan atau nggak Racing tak pernah juara lagi sejak 1967. Racing sampai terdegradasi pada 1983 dan dinyatakan bangkrut.

Racing ternyata nggak hilang akal, mereka menyewa pendeta mengusir setan atas kutukan itu. Racing menemukan kuburan tujuh kucing hitam tersebut pada 2001. Kutukan pun berakhir. Racing memenangkan gelar divisi pertama mereka dalam 35 tahun.

4. Kutukan Inggris Tak Pernah Juara Piala Dunia

Kalau ini kutukan Inggris tak pernah juara Piala Dunia lagi ditengarai gol kontroversi pada final 1966. Saat itu, Inggris melawan Jerman Barat di final Piala Dunia 1966. Laga berakhir imbang 2-2 sepanjang 90 menit waktu normal dan pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan waktu. Inggris menambah dua gol dalam perpanjangan waktu.

Satu gol dari Geoff Hurst dalam tayangan ulang masa modern berbau kontroversi. Bola ternyata belum melewati garis. Namun wasit tetap mengesahkan gol tersebut, sehingga Inggris menang 4-2 dan berhak menjadi juara Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Jerman Barat pun mengutuk Inggris tak akan lagi juara Piala Dunia. Kutukan ini sampai sekarang Inggris belum pernah lagi menjadi juara Piala Dunia. Jangankan menjadi juara, mencapai final saja belum kembali terulang.

5. Kutukan Gipsi Birmingham City

Kutukan terakhir dari klub Inggris, Birmingham City. Ini terjadi saat Birmingham City pindah ke Stadion St. Andrews pada 1906. Namun, manajemen Birmingham City harus mengusir orang Gipsi dari tanahnya buat dibangun Stadion St. Andrews. Orang Gipsi pun mengutuk Birmingham City tak berprestasi selama 100 tahun.

Percaya atau nggak, kutukan ini bikin Birmingham City memang tak berprestasi selama 100 tahun. Birmingham City baru bisa mencicipi kembali gelar juara saat mengalahkan Arsenal dengan skor 2-1 dalam final Piala Inggris.

Baca Juga: Deretan Pemain Bola yang Jadi Pemain Pinjaman Dalam Karirnya