Setelah memecahkan Guinness World Record sebagai Most Big Spins dalam satu menit dan melakukan aksi di Dew Tour di IOWA, Jean-marc Johannes yang merupakan skateboarder dari Afrika Selatan nambah penghargaan lagi.

Ia kini jadi pemenang dalam kategori Sports of this years Top 200 Young South Africans Award by Mail & Guardian 2021. Dia mengikuti jejak pemenang penghargaan Afrika Selatan sebelumnya seperti Bryan Habana dan Trevor Noah.

Sebelumnya, Jean-marc telah meraih Emas dan Perak di ajang internasional FISE World Series, juara pertama di Indonesia digital Games 2020, Top 10 di kualifikasi The Road to X Games serta perunggu di Indonesia Projam International Open 2019.

Baca Juga: Barcelona: Ibu Kota Skena Skateboarding Eropa



Jean-marc Johannes buka-bukaan soal rahasia kesuksesan sebagai skateboarder. Menurutnya kerja keras dan dedikasi adalah kunci.

"Paling penting keyakinan pada diri sendiri dan impian. Akan tiba saatnya di mana lo merasa seolah-olah tidak dapat melangkah lebih jauh atau tidak dapat melakukan sesuatu. Ketika perasaan itu muncul, selalu ingatlah bahwa dalam hidup dan olahraga, pertumbuhan dan kemajuan berada di luar perasaan itu," ungkapnya.



Menurutnya, ada banyak pandangan miring tentang seorang skateboarder. Salah satunya adalah disebut olahraga pemberontak. Ia juga tak pernah berpikir hobinya itu bakal jadi karir.

"Saya tidak berpikir ada orang di keluarga saya yang berpikir itu mungkin. Saya pikir ada momen yang sangat khas dalam karir saya yang mengubah pemikiran itu bagi saya dan itu adalah memenangkan Emas, Perak, dan Perunggu internasional pertama. Itu adalah momen di mana saya berpikir, jika ini dapat dicapai maka langit adalah batasnya," katanya.

Ia mengaku mengidolakan sosok Paul Rodriguez, sebagai seorang yang profesional dan rendah hati. Dia tidak hanya sukses besar dalam karirnya, tetapi juga membantu begitu banyak pemain skateboard mencapai impian mereka.

Jean-marc Johannes mengaku saat ini memakai skateboard Primitif ukuran 8.0 dan roda Connexion model pro USA. Meski dikenal sebagai juara, ia juga pernah mengalami cedera berat.

"Kecelakaan terburuk yang pernah saya alami adalah cedera kepala sampai gegar otak, itu bukan cedera yang bisa diukur penyembuhannya, bagi saya itu adalah bagian yang menakutkan," ungkapnya.