Usai kembali dari jeda internasional, para pemain sepak bola di semua daratan Eropa kembali ke kompetisi domestik masing-masing, tak terkecuali Premier League. Sayangnya, beberapa klub besar dipastikan gak bakal diperkuat para pilar utama mereka akibat cedera yang terjadi selama jeda internasional beberapa waktu lalu. Liverpool mungkin adalah klub paling kena imbas karena 9 pemain mereka harus absen akibat cedera dan beberapa akibat COVID-19.

Usai pertandingan antar negara tersebut, Lampard ternyata protes terhadap otoritas Premier League. Chelsea sendiri langsung kembali ke Premier League dan bermain melawan Newcastle di siang bolong dan dengan terik matahari.

Ini bakal sangat menguras tenaga pemain, terlebih banyak yang baru kembali dari tugas internasional dan stamina mereka belum pulih seutuhnya. Lampard pun protes terkait jadwal Liga Inggris yang terlalu padat. Bahkan kick-off di siang bolong ini adalah akibat dari padatnya jadwal tersebut.banner-ads


Lampard mulai kuatir dengan kebugaran para pemain mereka. Soalnya sebugar apapun dan sesehat apapun para pemain Chelsea, cedera otot pasti jadi ancaman jika bermain setiap tiga hari seperti ini.

"Saya khawatir sebab anda bisa melihat banyak pemain cedera otot di Premier League," ujar sang manajer dalam sebuah wawancara.

Jauh sebelum Lampard melakukan protes ini, Klopp dan Pep udah lebih dulu membicarakannya di depan media, bahkan ada yang melakukan komplain secara resmi. Para pelatih dan klub boleh aja protes, tapi sepertinya otoritas Liga Inggris tetap tidak bergeming.


Lampard merasa gak perlu analisis dari ahli buat melihat bahwa jadwal di Premier League ini terlalu padat dan gak baik buat para pemain. 

"Angkanya sudah jelas, jika orang-orang mau lebih mengamatinya lebih dalam, semuanya sudah jelas. Ada korelasi antara pertandingan demi pertandingan, tanpa pramusim, jadwal yang semakin padat, hanya perlu menggunakan akal sehat," tutupnya.

Dari tahun ke tahun emang ada aja sih Bro manajer bahkan pemain yang protes terkait jadwal ini. Dari sisi hiburan sih emang seru liat tim lebih sering main, tapi kalau dilihat dari sisi keselamatan para pemain, hal tersebut bukanlah sesuatu yang baik.