Wah, usai menjalani masa emas mereka, ujung-ujungnya para bintang sepak bola dunia kembali ke rutinitas seperti orang biasa. Ya kaya kita aja, deretan pesepakbola yang dulu bergaji mahal ini harus tetap kerja demi mendapatkan uang. 

banner-ads

Nah tapi dari sekian banyak pekerjaan yang mereka lakukan, ada beberapa yang unik banget nih. Penasaran? liat aja langsung di bawah ini. 

 

David Ginola (produsen wine)
 

David pernah bermain sebagai penyerang di Paris Saint-Germain, Newcastle United, Tottenham Hotspur, Aston Villa, dan Everton. Usai memutuskan pensiun, doi mencoba berbagai profesi mulai dari akting sampai buka pabrik produksi wine di kampung halamannya di Provence, Prancis dan berjalan lancar. Wine buatannya mendapat penghargaan di International Wine Challenge pada 2008.
 


Vinnie Jones (Aktor)

 

Vinnie terkenal saat memperkuat sejumlah klub seperti Wimbledon, Leeds United, dan Chelsea. Kariernya bertahan sampai tahun 1999, lalu doi beralih profesi ke dunia akting. Badannya yang besar dan kekar membuatnya selalu kebagian peran sebagai tukang pukul atau anak buah tokoh antagonis utama. 

 

Gheorghe Popescu (mata-mata aparat negara)

 

Waduh yang ini agak serem ya. Gheorghe merupakan pesepakbola kebanggaan Rumania. Karier awalnya bermula di Steaua Bucuresti, pemain yang berposisi sebagai bek itu sempat melanglang buana ke PSV Eindhoven, Tottenham Hotspur, hingga FC Barcelona.

Tapi ternyata pekerjaan Gheorghe bukan cuma di dunia sepak bola aja. Doi adalah mata-mata kepolisian Rumania. Ya kaya cepu gitu kali ya. 

 

Morten Gamst Pedersen (anggota boyband)

 

Morten pernah bermain sembilan musim di Liga Inggris, tepatnya untuk Blackburn Rovers (2004-2013). Doi sempat mencetak 47 gol dari 349 penampilan pada periode tersebut. Morten juga 83 kali bermain untuk tim nasional Norwegia dari 2004 hingga 2014.

Walaupun jadi pesepakbola, ternyata enggak menghalanginya buat menunjukkan hobinya di dunia musik. Morten membentuk boyband The Players bersama empat rekannya sesama pemain Norwegia, Freddy Dos Santos, Raymond Kvisvik, Kristofer Haestad, dan Oyvind Svenning (Randaberg).