Ini cuma buat lo yang belum terlalu dalam mengenal fixie atau baru akan mencoba sepeda jenis ini.

Saat ngomongin fixie, pendapat orang pasti beda-beda, ada yang suka bangat atau bahkan menolak mentah-mentah. Ya, itu selera.

Sepeda fixie biasanya ngewakilin lo yang bergaya sederhana tapi menarik. Tapi mengendarainya nggak sesederhana itu.

Baca Juga: Inspirasi Modifikasi Fixie Tanpa Ban Tipis





Fixie adalah slang yang awalnya berasal dari kependekan dari fixed gear atau gear tetap. Sepeda ini cuma punya satu gear di roda belakang dan bersifat tetap.

Selama roda berputar atau berhenti gear juga ikut. Sepeda ini nggak memiliki mekanisme freewheel yang berpengaruh juga dengan crank.



Di sepeda ini, hub, sproket, rantai dan pedal akan berputar bersama ke arah yang sama. Mekanisme itu membuat kaki akan terus bergerak selama sepeda bergerak.

Nggak seperti sepeda lain, Fixie nggak butuh RD, apalagi FD. Bahkan sepeda ini mungkin juga buat tidak ditempel rem.

Jika tanpa rem, kaki harus melawan arah putaran pedal agar sepeda berhenti. Jika speed sedang tinggi, lo bahkan harus rela berdiri untuk melawan arus putaran itu.

Yang menarik, aksi ngerem itu kadang jadi bahan adu skill anak-anak fixie. Mereka biasanya melaju dengan kecepatan tinggi lalu menghentikan roda belakang sekuat tenaga hingga ngepot sejauh mungkin. Teknik ini dikenal dengan nama skid di Fixie.



Fixie biasanya mirip sepeda balap. Karakter framenya kaku dengan garpu rigid. Sepeda ini lincah karena ban yang tipis tapi diisi tekanan tinggi.

Bukan tanpa sengaja, teknik mengisi angin untuk ban itu juga bisa mengurangi tenaga yang hilang karena adanya peredaman di shock dan ban tebal pada sepeda biasa.

Buat sebagian orang, Fixie bukan cuma alat transportasi. Fixie untuk mereka bagian dari gaya hidup yang berkembang menjadi kultur.