Aulia Ibnu Sina Menuju 7 Atap Dunia

LAZONE.ID - Di ketinggian 5642 mdpl Mount Elbrus dengan suhu minus 25 derajat celcius dan level oksigen 51% Merah Putih berkibar.

"Mendaki gunung bukan semata soal menjejakkan kaki dan berdiri di puncak tertinggi, tapi bagaimana menikmati perjalanan dan kembali dengan selamat." Begitu bro keyakinan Aulia Ibnu Sina dalam ekspedisinya kali ini. Bisa berdiri tegak di puncak dan memandang atap dunia adalah bonus dari Allah atas keberanian dan kesabaran.

Aulia Ibnu Sina (40) adalah salah satu putra Indonesia yang berhasil mencapai puncak Mount Elbrus pada pertengahan Mei 2015. Memulai perjalanan ke Moskow  pada 8 Mei 2015 bersama tim pendaki Indonesia Expeditions. Frans Jimmy Tumakaka, Bambang Samudera, Agam Napitulu, Budi Rahayu, Raja Sapta Oktohari dan Raden Triaswanto. Tim ekspedisi kembali ke Indonesia dengan selamat 19 Mei 2015 lalu.

Perjalanan Indonesia Expeditions ini dalam rangkaian untuk mendaki 7 atap dunia yakni Everest, Aconcagua, Denali, Kilimanjaro, Elbrus,Vinson, Carstenz. Dan Mount Elbrus ini adalah awal langkah perjalanan Aulia Ibnu Sina mewujudkan impiannya.

Laki-laki keturunan Medan kelahiran Jakarta ini lekat dengan mountaineering karena panggilan jiwa. Aktifitas tersebut mendekatkannya dengan misi kemanusiaan seperti saat bencana dasyat Tsunami Aceh 2004 ditunjuk sebagai Ketua Tim Evakuasi, kemudian pada peristiwa kebencanaan dan kemanusiaan berikutnya mulai dari gempa Padang, Jogja, dan Erupsi Merapi, hingga kasus Rohingnya tak lepas dari perhatiannya.

Aulia Ibnu Sina adalah tim pertama evakuasi korban Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak 9 Mei 2012. Kisah spontanitasnya memang unik bro, "Saat berita kecelakaan Sukhoi itu, saya lagi di jalan, dari Cibubur mau ke kantor. Sampai di Cawang saya putar balik, pulang ke rumah dan bawa peralatan menuju Gunung Salak. Karena lupa bawa sepatu, akhirnya beli deh di jalan." Begitulah sosok pengusaha garment ini menikmati kebahagiaannya dengan berbagi.