Dari Pencuci Piring Pria Ini Naik Pangkat Jadi Bos, Kok Bisa?

LAZONE.ID - 14 tahun jadi pencuci piring.

Enggak gampang bro buat mendapatkan gaji yang besar dan kedudukan yang tinggi. Semua harus dilewati dengan kerja keras dan bertahap sampai akhirnya bisa menjadi seseorang yang dipandang.

Seperti yang dialami oleh Ali Sonko, seorang pencuci piring di sebuah restoran terkenal di dunia yang berada di Denmark. 14 tahun lamanya ia dedikasikan hidupnya buat bekerja di restoran itu sebagai pencuci piring. Sampai akhirnya, berkat kerjanya yang luar biasa ia sampai bisa menjadi seorang bos di restoran itu.

Jadi, manajemen Noma, nama restoran tersebut, memberikan kehormatan kepada imigran asal Gambia untuk menjadi salah satu bos dari tiga bos di restoran terkenal di dunia itu.

Pendiri restoran, Rene Redzepi mengatakan di depan hadapan para tamu undangan saat perayaan pembukaan restoran baru Noma bahwa Sonko merupakan sosok yang sangat penting di restorannya. Sampai-sampai ia mengatakan jika Sonko merupakan jantung sekaligus jiwa di restoran itu.

Ia mengapresiasi kinerja Sonko karena tidak pernah mengeluh dan selalu tersenyum saat bekerja. Padahal, Sonko sendiri harus menghidupi 12 anaknya. Karena itu juga, Sonko dihormati oleh para petingginya dan mendapatkan gaji tertinggi.

Sonko bersama dengan dua bos lain dari direktur pelayanan, Lau Richter dan manajer James Spreadbury, mendapatkan 10 persen saham restoran Noma. Enggak cuma itu, keputusan Rene Redzepi mengangkat Sonko sebagai bos juga dipengaruhi dari sejarah keluarganya.

Ayah Redzepi adalah seorang Muslim Macedonia bernama Ali-Rami Redzepi yang berimigrasi ke Kopenhagen pada awal 1970-an. Dan secara kebetulan Ali-Rami Redzepi, sang ayah, adalah seorang pencuci piring di sebuah kafetaria di Kopenhagen.