Dewi Lestari, Si Penulis 'Supernova'

LAZONE.ID - Dee tidak pernah tahu Supernova akan membawanya terhadap kesuksesan di ranah kepenulisan.

Ketika 'Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh' diluncurkan Februari 2001, banyak penggemar dan penikmat buku yang mencibir kemampuannya menulis. Karya fenomenal Dee yang pertama dianggap bukan karya sastra dan banyak kesalahan kepenulisan. Dia pun malu nggak ketulungan. 
 
"Kalau ingat bayi pertama saya waktu itu rasanya kok malu sekali dan mau tutup muka. Banyak yang mengkritik Supernova pertama dan penerbitan pertama saya jauh dari kata sukses," katanya dalam sebuah wawancara belum lama ini. 
 
Saat itu Dee tidak tahu kalau buku Supernova pertamanya itu membawanya terhadap kesuksesan di ranah kepenulisan.  Novel pertamanya ludes 12 ribu eksemplar dalam waktu 35 hari, serta terjual lebih dari 75 ribu eksemplar hingga kini. Namanya pun dikenal bukan lagi sebagai penyanyi yang tergabung dalam trio Rida Sita Dewi, tapi profesi baru telah disandang Dee. 
 
Sampai sekarang dia sudah menulis dan menerbitkan tujuh novel, tiga kumpulan cerita, dan tulisan-tulisan lainnya yang terangkum di situs pribadinya. Apa rahasia Dee menjadi penulis sukses? 
 
"Menulis dengan perencanaan yang baik dan waktu deadline yang telah ditentukan. Selama setahun saya sudah menyiapkan project dan rencana-rencana yang saya tulis di buku merah kecil ini. Ibarat kontrak kerja, buku kecilnya saya bacakan ke suami saya dan dia ikut menandatanganinya," ungkapnya. 
 
Cara tersebut dianggapnya mampu menyelesaikan berbagai deadline kepenulisan. Jika sedang bosan di rumah, Dee akan meminta izin kepada suaminya untuk menyendiri. 
 
"Biasanya itu kalau krusial dan mau mencapai ban akhir novel. Saya biasa menginap di hotel atau menyendiri ke suatu tempat," pungkas Dee.