Inspiring People

Dulu Tukang Pembersih Toilet, Sekarang Lulusan Harvard

  • 08 June 2017
  • 1318 views

Sempat diremehkan oleh teman-temannya.

LAZONE.ID -

Bro, enggak banyak orang nih yang bisa masuk ke perguruan tinggi paling terkenal seperti Universitas Harvard. Tapi kalo lo usaha dan bekerja keras, bisa aja kok mimpi lo buat masuk ke universitas ini terkabuli.

Nah, hal itu sudah dibuktikan oleh Shannon Satonori Lytle. Pria ini mendadak viral dan menginspirasi banyak orang setelah ia menceritakan perjuangannya lewat akun Facebook hingga menjadi lulusan Harvard.

Shannon terlahir dari keluarga yang kurang mampu. Yap, ibunya adalah seorang imigran, sedangkan ayahnya hanya bekerja sebagai pegawai gudang. Saat Shannon  masih sekolah, ia terpaksa menjadi tukang masak di McDonald's untuk membiayai sekolahnya sendiri.

Enggak cuma itu, ia juga harus menyisihkan uangnya agar dapat mengikuti tes masuk ke universitas di Amerika Serikat itu. Shannon juga harus memberi makan dan merawat ketiga adiknya yang masih kecil. Masa muda dia tidak dihabiskan untuk bersenang-senang seperti remaja-remaja pada umumnya. Ia lebih memilih berjuang dan berusaha untuk merubah keterpurukan ekonomi keluarganya.

Karena sibuk banget, Shannon sering banget begadang hingga pukul 04.00 pagi karena harus mengerjakan tugas-tugas sekolahnya. Bahkan, karena rumahnya tidak memiliki internet, ia terpaksa 'mencuri' sinyal wi-Fi tetangganya yang digunakan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.

Dikucilkan dan diremehkan, sudah menjadi makanan Shannon sehari-hari. Iya, banyak teman-teman atau tetangganya sendiri yang meremehkan Shannon karena dianggap tidak bisa untuk masuk Harvard. Tapi ia tidak pernah menyerah bro. Shannon malah menjadikan hal itu untuk memotivasinya agar ia dapat membuktikan kepada orang yang meremehkannya kalo dia bisa menjadi lulusan Harvard walaupun dengan hidup serba keterbatasan.

Demi bisa meraih mimpinya, Shannon rela melakukan kerjaan apa saja. Eits tentunya pekerjaan yang dikerjakan Shannon postif semua ya. Ia enggak pernah malu dengan pekerjaannya. Shannon pernah bekerja sebagai tukang pembersih toilet, menata buku, dan menjual baju.

Semua itu dia lakukan karena Shannon enggak mau hidup hanya bergantung pada kupon dan subsidi karena sang ayah hanya pegawai gudang dan ibunya seorang imigran.

Pada akhirnya, kerja keras Shannon membuahkan hasil. Ia berhasil masuk Harvard dan lulus sebagai sarjana ilmu komputer. Selain bekerja keras, Shannon memang dikenal sangat pintar. Kisah hidupnya itu pun menjadi viral. Banyak netizen yang terinspirasi dengan perjuangan hidup Shannon. Bayangkan, postingan di Facebook-nya mendapat ribuan likes dan ada 200 ribu lebih orang yang membagikan kisahnya.

tags : Inspiratif

Baca juga artikel pilihan untuk kamu...