Franky Angkawijaya, Menularkan Ilmu Meracik Kopi Melalui Sekolah Barista

LAZONE.ID - Ilmu apapun kalau diterapkan dengan baik hasilnya juga pasti membanggakan. Franky Angkawijaya punya kemampuan unik sejak dulu, meracik kopi Indonesia menjadi kopi yang sangat spesial.

Ilmu apapun kalau diterapkan dengan baik hasilnya juga pasti membanggakan. Franky Angkawijaya punya kemampuan unik sejak dulu, meracik kopi Indonesia menjadi kopi yang sangat spesial.

Franky Angkawijaya sudah hampir sepuluh tahun bergelut dengan dunia kopi.Lalu ia pun memutuskan membuka kursus barista, sebutan bagi peracik dan penyaji kopi, pada 18 Agustus 2009 dengan nama Esperto Barista Course, yang berarti ahli.

Franky memulai sekalohnya dengan tiga mesin peracik kopi. Kini, kursus yang terletak Wisma Geha, Jl.Timor No. 25B, Menteng, Jakarta Pusat, telah memiliki 13 mesin peracik kopi. “Saya ingin orang Indonesia bisa menikmati nilai lebih dari citarasa kopi. Melalui barista, ilmu meracik kopi bisa ditularkan kepada orang lain,” harapnya.

Pria yang mengenyam pendidikan di Australia ini sejak muda adalah penikmat kopi. Menurutnya menikmati kopi dipengaruhi budaya masing-masing daerah. Sebelum tinggal di Australia, ia doyan menikmati kopi hitam. Tetapi setelah di luar negeri, ia mengenal cara lain menikmati kopi, dengan susu. Sehingga menghasilkan rasa kopi yang beda.

Ketertarikannya pada kopi menuntunnya mendalami dengan belajar menjadi barista di Australia dan memperdalamnya di Italia. Kini, pria yang juga kerap menjadi juri dalam kompetisi barista ini sangat memperhatikan kopi dalam negeri.

Menurutnya kopi Indonesia harus lebih memperhatikan sumber daya manusia, mulai petani kopi hingga barista. “Petani harus diberi peluang untuk terus belajar. Cara pandang dan mentalitas petani harus diasah,” yakin kelahiran Oktober 1978 yang kini menjadi pendamping petani kopidi kawasan lereng Gunung Rinjani, Lombok. Ia pun bertekad menularkan pengetahuannya dengan mendampingin petani di daerah lain. “Sedang mengupayakan mendampingi petani kopi di Flores, Nusa Tenggara Timur,” tekadnya.