Howard Schultz, Dari Sales Hingga Jadi CEO Starbucks

LAZONE.ID - Bahkan, doi pernah jadi loper koran dan penjaga toko

Bro, kesuksesan Howard Schultz, CEO Starbucks enggak dateng gitu aja. Doi harus berjalan memalui perjuangan dan kerja keras sampai bisa jadi waralaba kedai kopi terbesar Starbucks.

Menjadi loper koran dan penjaga toko, pernah dilalui Howard. Keluarganya sendiri cuma mampu biayai pendidikannya sampai SMA aja. Untung doi pinter dan akhirnya dapat beasiswa di Northen Michigan University karena mahir dalam bidang berolahraga.

Lulus kuliah, dia melanjutkan bekerja sebagai seorang Sales Manager di Xerox dan kemudian bekerja di Hamamaplast sebagai tenaga penjual peralatan rumah tangga.

Howard Schultz, Dari Sales Hingga Jadi CEO Starbucks

Nah saat itu, Howard pernah menjual mesin pembuat kopi ke Starbucks. Dari situ deh doi ketemu sama tiga orang pendiri Starbucks, yakni Jerry Baldwin, Zev Siegl, dan Gordon Bowker. Howard sangat mencintai kopi Starbucks. Ia pun berpikir kalo kopi ini merupakan bisnis yang bagus untuk dijalankan.

Akhirnya, Howard cabut deh dan melamar kerja di Starbucks. Dalam waktu setahun, doi dapat posisi Manager Retail Operations dan Marketing di Starbucks.

Setelah bekerja di Starbucks, tahun 1983 Howard pergi ke Milan, Italia dan melihat apa yang enggak pernah doi liat di Starbucks. Howard saat itu ngeliat kafe di pinggir jalan Italia yang menawarkan konsep yang nyaman sehingga pengunjung betah berlama-lama di kafe itu.

Melihat hal itu, Howard melakukan inovasi pada Starbucks dengan ide kafe di Milan itu. Doi menawarkan idenya itu kepada pendiri Starbucks, namun ditolak. Soalnya si pendiri Starbucks beranggapan hal tersebut bisa menghilangkan ciri khas Starbucks. Akhirnya, Howard memilih keluar.

Tapi, Howard mendirikan kedai kopi sendiri bernama Il Giornale. Modal sebesar 1,7 juta dollar Amerika dia pinjam dari pendiri Starbucks dan bank. Hari pertama pembukaan Il Giornale didatangi 300 pengunjung untuk menikmati kopi disana. Inovasinya ternyata sukses diaplikasikan di kafenya sendiri.

Starbucks akhirnya bangkrut dan terpaksa menjual sahamnya. Yaudah deh, Seluruh saham Starbucks akhirnya dibeli sama Howard Schultz pada tahun 1992.