Hugo Barra, Sukses Karena Tinggalkan Zona Nyaman

LAZONE.ID - Menjadi Bold Man dengan meninggalkan zona nyaman untuk tantangan besar.

Bro, lo jangan terus-terusan stuck di zona nyaman lo. Kadang lo harus jadi Bold Man dan mengeluarkan keberanian untuk menempuh hidup lo di jalan yang baru dengan pengalaman yang penuh tantangan juga. Bisa aja disaat itu lo dapat menuai kesuksesan yang lebih dari sebelumnya, seperti Huggo Barra.

Hugo yang dulunya menjabat sebagai vice president dan spokesperson divisi Android di Google berani mengambil resiko besar dengan meninggalkan zona nyaman, demi untuk menemukan berbagai pengalaman yang baru di dalam hidupnya.

Bahkan, pria yang bergabung dengan Google di tahun 2008 ini memutuskan untuk hengkang dan menyeberang ke Asia, bergabung dengan sebuah perusahaan baru bernama Xiaomi.

Jelas, keputusan yang diambil Hugo sangat mengejutkan orang-orang. Ya gimana enggak, Hugo nekat pindah ke perusahaan yang baru dirintis 3 tahun yang lalu.

Tapi, Hugo optimis dengan keputusannya dan juga kesuksesan yang akan diraihnya bersama perusahaan baru asal negeri tirai bambu itu. Hugo bergabung dengan Xiaomi di tahun 2013.

Di perusahaan smartphone ini Hugo menjabat sebagai wakil presiden, mendampingi Bin Lin yang menjabat sebagai Co-founder dan sekaligus Presiden Xiaomi.

Hugo sangat berperan penting dalam membawa Xiaomi ke kancah internasional. Awalnya Hugo memperlebar sayap Xiaomi di Singapura pada awal 2014. Usai itu, Hugo menjual produk-produk Xiaomi di India, Filipina, Indonesia, Malaysia, dan beberapa negara lainnya.

Perusahaan ini sempat mendapat peringkat teratas untuk penjualan di pasar Asia, padahal Xiaomi merupakan perusahaan baru dan memiliki banyak saingan dibidang itu.

Tapi, walaupun Hugo menjadi orang yang berperan dalam membawa kesuksesan Xiaomi, dia enggak menjadikan Xiaomi menjadi tempat terakhir berlabuhnya.

Terbukti, pada 23 Januari 2017 lalu, Hugo ingin mengundurkan diri dan mengakhiri karirnya di Xiaomi. Tapi kali ini bukan karena dia ingin bergabung dengan perusahaan lain lagi, melainkan karena kepentingan pribadi.