Jagoan Virtual Reality Dari Dunia Nuklir

LAZONE.ID - Justin Krenz, insinyur nuklir yang tinggalkan US Navy karena lebih bahagia â

Justin Krenz, insinyur nuklir yang tinggalkan US Navy karena lebih bahagia ‘main-main’ game Virtual Reality.

Pekerjaan loe keren, tapi enggak mendatangkan kepuasan, kebahagiaan atau kesuksesan? Jangan takut membuat perubahan, bro. Seperti Justin Krenz, orang yang lagi jadi hot topic di kalangan produsen dan pelaku bisnis Virtual Reality (VR). Ia menyeberang dari dunia yang bagi banyak orang dianggap keren banget, ahli nuklir US Navy alias Angkatan Laut Amrik.

Awalnya Justin ‘cuma’ seorang insinyur nuklir buat Angkatan Laut Amrik. Hobinya main video games. Bisa jadi karena latar belakang pekerjaan juga, bikin dia doyan main simulasi pertahanan dan penyerangan.

Dari main dan killing time, lama-lama ia ngembangin sendiri games di PC yang dikasih judul Smashball, Empired Mod dan beberapa lagi. Makin ngulik habis hobinya, ia kepincut VR, lalu coba-coba bikin VR system yang keren. Secara harga lebih ekonomis dan paling penting lebih efisien dalam melakukan tracking tubuh manusia ke dalam lingkup ruang 3 dimensi alias 3D.

Temuan uniknya ini bisa memangkas dana main VR. Misalnya kebutuhan pembelian sensor dan kamera dalam jumlah cukup banyak untuk kebutuhan tracking tadi. Yang mana disebutkan, sudah mahal belum tentu akurat pula.

Temuan ini membuat nama Justin melambung. Para raksasa penyedia VR seperti Sony, Oculus VR dan Valve pun meliriknya. Sebenarnya, kalau mau, ia bisa aja milih kerja dengan salah satu dari mereka ini. Tapi dia malahan memutuskan ke Utah dan gabung dengan sebuah perusahaan bernama Void.

Walau belum begitu ngetop, tapi sedang sibuk-sibuknya membangun gedung buat VR masa depan dan siap menyajikan dunia hiburan futuristik. Di tempat inilah Justin Krenz menjabat sebagai pimpinan riset dan pengembangan The Void. Ini baru namanya berpikir ke depan...