Jan Koum, Gelandangan yang Dirikan WhatsApp

LAZONE.ID - Lo harus contoh orang ini biar sukses!

Niat dan usaha, kalimat motivasi yang tepat buat mengejar mimpi-mimpi lo agar menjadi kenyataan. Berkacalah dari pendiri aplikasi WhatsApp, Jan Koum. Pria yang lahir dan besar di Ukraina ini berasal dari keluarga yang relatif miskin. Nah sebagai anak cowo, doi enggak gampang nyerah. Jan Koum bertekad untuk mengubah kehidupan dia dan keluarganya menjadi lebih baik.

Saat usia 16 tahun, doi nekat pindah ke Amerika untuk mengadu nasib. Saat itu doi hidup seperti gelandangan, tidur beratap langit dan beralaskan tanah. Buat makan aja bro, dia cuma bisa mengandalkan makanan jatah dari pemerintah. Akhirnya, untuk dapat bertahan hidup, dia mencoba bekerja sebagai office boy disebuah supermarket.

Enggak cuma disitu aja cobaan hidup yang harus doi alami. Saat beberapa tahun mengadu nasib di Amerika, Jan Koum mendapat kabar jika ibunya didiagnosa kanker. Mereka bertahan hidup hanya dengan tunjangan kesehatan seadanya.

Jan Koum sempat kuliah di San Jose University. Tapi kemudian dia memilih drop out karena lebih suka belajar programming secara autodidak bro.

Berbekal dari keahliannya itu, doi diterima bekerja di Yahoo sebagai enginner. 10 tahun lamanya doi bekerja di Yahoo. Nah, di sana juga dia berteman akrab dengan Brian Acton.

Enggak mau stuck di yahoo aja, Jan Koum dan teman akrabnya Brian Acton memilih resign dari Yahoo. Mereka mencoba melamar kerja ke Facebook, namun Facebook menolaknya.

Nah lepas dari itu, mereka mulai memutuskan untuk merancang aplikasi bernama WhatsApp dan hasilnya aplikasi itu benar-benar fenomenal, bahkan gue yakin diantara lo yang baca artikel ini pasti memakai WhatsApp. Wah itu Facebook pasti nyesel banget nolak dua orang jenius itu ya bro.

Benar aja, Facebook akhirnya tergiur dengan aplikasi tersebut dan membelinya dengan harga 19 miliar dollar AS (sekitar Rp 224 triliun) yang jelas membuat Joan Koum kaya mendadak!

Tapi, walaupun doi jadi orang kaya, Jan Koum enggak pernah sombong bro. Bahkan, doi pernah mengenang masa-masa sulitnya dengan cara datang ke tempat dimana ia dulu setiap pagi antre untuk mendapatkan jatah makanan dari pemerintah. Wah saat itu dia langsung nangis bro....