Kisah Dibalik Kesuksesan Pemilik Makaroni Ngehe

LAZONE.ID - Dulunya cuma sales

Siapa nih yang suka makan Makaroni Ngehe? cemilan yang satu ini sekarang masih booming banget. Tapi lo tau enggak Makaroni Ngehe ini dibangun oleh siapa?

 

Nah, perkenalin nih Ali Muharam, si pemilik Makaroni Ngehe. Di balik kesuksesannya sekarang ini, dulu masa muda Ali bisa dibilang penuh kepaitan loh. Banyak banget cobaan yang ia alami. Bahkan dapat dibilang doi terkadang susah untuk mencari makan.

 

Dulu, sehabis lulus SMA, ia sempat mengadu nasib ke Bogor sebagai sales. Dari profesi sales, Ali pindah pekerjaan menjadi penjaga kantin di Jakarta.

 

Terus bro, kehidupabn Ali mulai sedikit membaik saat doi dapat pekerjaan sebagai penulis skenario di salah satu sinetron televisi. Nah, dari sana kehidupannya berangsur baik dari yang awalnya pahit. Tapi, lo harus tau nih. Kerennya, kehidupan pahit itu lah yang dijadikan Ali sebagai inspirasi membuat brand bisnis bernama Makaroni Ngehe.

Karena itu, dia memutuskan berhenti dari pekerjaannya dan membuka usaha Makaroni Ngehe. Pada 11 Maret 2013 Ali mulai tuh bisnis Makaroni Ngehe. Tapi, awalnya banyak yang meragukan bisnisnya itu akan berkembang. Ditambah, pada saat itu banyak banget makaroni yang dijual di warung-warung.

 

Tapi, doi enggak patah semangat. Ali terus bekerja keras, bahkan sampai dia sering banget tidur di dekat penggorengan. Akhirnya, bisnisnya itu perlahan naik melebihi ekspektasinya.

 

Awalnya dia hanya punya satu outlet di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada tahun 2013. Dan sekarang, Makaroni Ngehe sudah ada di mana-mana, di berbagai kota mulai dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, hingga Yogyakarta.

 

Sekarang lo tau enggak? Ali sudah memiliki 29 outlet Makaroni Ngehe, dan 1 outlet Makaroni Ngehe Premium, gokil kan! Kalo kata Ali sih mungkin brand Ngehe itu yang membawa hoki.

 

Soalnya brand itu mewakili sebagian besar perjalanan hidupnya yang gue bahas di bagian awal kisah ini. Ali pun mengakui kalo Makaroni Ngehe lahir dalam fase kehidupan saya yang "ngehe".

 

Tapi doi mendeskripsikan kata "ngehe" itu menjadi keadaan yang terlalu mengesalkan dan melebihi ekspektasi, ungkapan yang digunakan ketika kesal dan gemas terhadap sesuatu yang kelihatan awesome.

 

Ali enggak mau stuck di Makaroni Ngehe aja. Doi sekarang juga lagi mengembangkan bisnis lainnya masih dalam bidang kuliner yakni, outlek Bakso Oemardi.