Kisah Petenis Handal Jepang yang Dulunya Tidak Dihargai

LAZONE.ID - Makanya, buktikan ke semua orang kalo lo emang bisa!

Naomi Osaka merupakan pemain tenis profesional asal Jepang. Doi merupakan pemain pertama yang mewakili negaranya untuk memenangkan Grand Slam singles tournament dan mengalahkan Serena Williams di final US OPEN 2018. Doi pun saat in berada peringkat k-7 petenis dunia.

Doi merupakan seorang wanita berdarah Jepang dan Haiti. Osaka sendiri lahir di Jepang, tapi dibesarkan di Amerika Serikat. Nah, beberapa anak dari keluarga ras campuran di Jepang sering direndahkan nih. Doi pun sering disebut hafu” (half) dan dicela kalo mereka bukan sepenuhnya orang Jepang.

Kisah Petenis Handal Jepang yang Dulunya Tidak Dihargai

Tapi saat ini bro, Jepang telah mengakui Osaka walaupun doi belum bisa berbicara bahasa Jepang dengan lancar. Dia juga mengakui bahwa dia menyayangi negara tersebut. Tetapi kemenangannya juga menantang sikap publik mengenai krisis identitas dalam budaya homogen agar dapat berubah. Sepertinya pandangan orang-orang mengenai atlet yang memiliki ras campuran di Jepang akan berubah seiring Olimpiade Tokyo 2020.

Saat ini, doi jadi trending di Jepang. Meski dulu pernah diremehkan karena rasnya yang berbeda dari orang Jepang lainnya, Osaka yang menjadi atlet yang disponsori Nissan serta Nissin, juga dipercaya sebagai brand ambassador dari jam tangan bermerk CITIZEN dan retail fashion olahraga terkenal ADIDAS. Bahkan kontraknya bersama ADIDAS merupakan kontrak termahal ADIDAS dengan seorang atlet perempuan.