Kreator Grand Theft Auto: Kontroversial, dan yang Penting Fun!

LAZONE.ID - Siapa coba yang gak kenal Grand Thief Auto (GTA) garapan Rockstar North dan dipublikasi oleh Rockstar Games? Siapa sangka, kalau game fenomenal ini telah memulai debutnya sejak 31 Maret tahun 1999 di

Siapa coba yang gak kenal Grand Thief Auto (GTA) garapan Rockstar North dan dipublikasi oleh Rockstar Games? Siapa sangka, kalau game fenomenal ini telah memulai debutnya sejak 31 Maret tahun 1999 di platform Windows dan 30 April untuk Playstation tahun 1999. Yes, sudah 16 tahun!

Dan sukses mereka berlanjut terus sampai lima seri. Makin juaranya seri ke-3 sampai dibuat 5 sub judul, mulai dari tahun 2002-2006. Gak berhenti sampai disitu, GTA 5 benar-benar meledak. Bayangkan saja, hanya tiga hari setelah rilis, game ini telah melampaui penjualan sampai satu miliar Dollar! GTA didaulat sebagai pencatat rekor penjualan terbesar dalam sejarah per-game an.

GTA diciptakan oleh pertama kali oleh Mike Dailly dan David Jones, game designer dan programer asal Inggris pada 1997. Tapi salah satu kunci popularitas GTA ternyata tak hanya kepiawaian mereka berdua, melainkan seorang publisis asal Inggris, Max Clifford. “Max Clifford yang membuat semua ini terjadi. Ia merancang semua keriuhan dan kontroversi berkaitan dengan games ini. Ia akan melakukan apapun agar games ini tetap high profile,” bilang Dailly.

Meski begitu David Jones, menyebut kontroversi bukan satu-satunya semangat mereka dalam menciptakan GTA. Tapi fun, keinginan untuk mennciptakan sesuatu yang seru buat bersenang-senang. “Kami memahami setiap keputusan yang kami buat, dan kami tidak pernah, sekalipun terpengaruh untuk ‘yuk bikin sesuatu yang kontroversial’. Kami selalu melakukan semuanya dari perspektif apa yang bakal paling seru. Ini yang terus mendorong kami ke arah yang lebih gelap,” paparnya.

Meskipun game ini banyak menuai banyak kontroversi ternyata alur ceritanya banyak disukai. Game ini memiliki ratting “M” memang diperuntukan untuk orang dewasa. Maklum game ini menceritakan kehidupan seorang eks narapidana. Banyak kata-kata kotor dan gambar porno di sepanjang berjalannya game tersebut.

“Sebetulnya yang salah bukan pengembangnya. Kan label rating “M” sudah jelas berarti Mature. Yang salah kan di Indonesia budaya membaca ratingnya gak selesai,” kekeh pemerhati games, Aris Maulana.

Tapi jangan salah loh, seiring dengan meledaknya permainan tersebut bayang-bayang pembajak ternyata sangat ditakutkan oleh mereka sampai- sampai pihak pengembang mengancam tidak akan merilis sequel selanjutnya pada GTA seri ke -3, “Kami tidak akan membuat untuk platform Personal Computer karena hanya membuat koloni jamur tumbuh subur dimusim penghujan.”
Tapi seiring waktu pihak pengembang akhirnya merilis untuk versi komputer di GTA V. Karena pembelian gamenya lewat portal game Steam, jadi tindakan pembajakan bisa sedikit direm. Nah, ini baru keren...