Mantan Bankir, Tajir Di Bisnis Delivery

LAZONE.ID - Mantan Bankir, Tajir Di Bisnis DeAwalnya Will Shu bekerja sebagai bankir di bagian investasi. Tapi profesi ini enggak pas di hatinya. Shu pun banting setir, mendirikan Deliveroo.livery

Awalnya Will Shu bekerja sebagai bankir di bagian investasi. Tapi profesi ini enggak pas di hatinya. Shu pun banting setir, mendirikan Deliveroo. Bisnis yang berjalan seperti layaknya Go-Jek di Indonesia bro. Bedanya, Deliveroo fokus hanya pada jasa mengantarkan makanan untuk restoran mewah yang tidak memiliki fasilitas take away di Inggris.

Shu mendirikan Deliveroo bersama seorang temannya, Greg Orlowski pada tahun 2013. Mereka merubah kebutuhan yang tak terpenuhi jadi peluang bisnis bernilai miliaran rupiah. Jadi, Idenya gara-gara Shu dipindahkan dari kantor Morgan Stanley di New York ke kantor bank investasi Canary Wharf di London. Setelah pindah, ia sadar bahwa gak banyak restoran yang menawarkan jasa pengiriman makanan. Apalagi restoran yang termasuk premium. Makanya ia buat Deliveroo ini. Brilian!

Deliveroo saat ini telah bekerja sama dengan lebih dari 5.000 restoran di seluruh dunia, bro! Mulai dari Dishoom, Ping-Pong, Dirty Burger dan masih banyak lagi . Lewat bisnisnya ini Shu meraup keuntungan hingga Rp 1,5 Trilyun hanya dari pengiriman makanan. Itu belum seberapa dari nilai investasi yang ditanamkan investor yang mencapai Rp 3 Trilyun.

Sekarang Shu sudah menjangkau 30 kota di Inggris dan 20 kota besar lain di seluruh dunia. “Ini adalah laynan yang benar-benar orang inginkan di negara maju. Saya pikir saya sedang menciptakan pasar baru untuk restoran, driver dan pelanggan,” jelas Shu. Apalagi Shu berani memberikan jaminan pengiriman yang hanya 30 menit.

Berkat kerja kerasnya, saat ini Shu mempekerjakan sekitar 300 orang dengan setengah dari totalnya berada di Inggris. Lainnya tersebar di kota-kota besar seperti Amsterdam, Brussels, Paris, Madrid, Barcelona, Milan, Hamburg, Munich, Frankfurt, Berlin dan beberapa kota Non Eropa yang meluncurkan Deliveroo ini.