Inspiring People

Nick Woodman, Jual Souvenir Bali untuk Modal Dirikan Go Pro

  • 19 June 2017
  • 635 views

Banyak peluang yang bisa menghasilkan uang tanpa lo sadari.

LAZONE.ID -

Siapa yang enggak kenal dengan kamera Go Pro, gue yakin lo semua pasti tau dengan kamera ini. Sekarang banyak banget orang yang menggunakan kamera yang dibuat oleh Nick Woodman ini.

Kamera Go Pro memang lebih dikenal sebagai kamera yang berfungsi untuk mengabadikan momen-momen saat bertualang atau traveling karena bentuknya yang tidak sebesar kamera pada umumnya dan mempunyai hasil gambar yang jernih.

Nick Woodman memang bukan orang yang lahir dari keluarga miskin. Bayangin aja, ayahnya merupakan pendiri bank investasi Robertson Stephens.

Tapi walaupun begitu, Nick bukan tipe orang yang selalu meminta kepada orangtuanya. Ia lebih senang mendapatkan apa yang dia mau dengan kerja kerasnya sendiri dan hal itu sudah tertanam olehnya dari kecil. Di sekolah Nick Woodman dikenal oleh gurunya sebagai anak yang percaya diri dan murah senyum.

Nick memang mempunyai hobi yang dapat memacu adrenalin, salah satunya berselancar di lautan. Nah, hal ini salah satu faktor terciptanya kamera Go Pro.

Selepas kuliah dari University of California, Nick Woodman sempat merintis situs online bernama EmpowerALL.com yang digunakan untuk menjual berbagai produk elektronik. Tapi, nasib baik belum berpihak pada Nick karena bisnisnya itu banyak mengalami kerugian dan bangkrut.

Gagal dibisnis itu, Nick tidak memilih larut dalam kesedihan. Ia pun bangkit dan mendirikan perusahaan game bernama Gunbug. Saat itu, bisnisnya sempat mendapat dukungan dari investor. Tapi, kegagalan kembali menimpa Nick. Yap, bisnisnya kembali bangkrut dan ia pun merugi besar.

Untuk menjernihkan pikirannya karena bisnis Nick selalu bangkrut, ia mencoba berlibur ke Bali. Di Bali, Nick melakukan hobi yang sangat digemarinya itu alias berselancar. Saat itu, dia mengikatkan sebuah pocket kamera dilengannya untuk mengabadikan momen saat ia sedang berselancar, walaupun kamera itu terkadang terlepas.

Nah, dari sini lah muncul ide untuk membuat kamera Go Pro. Nick memiliki ide membuat sebuah kamera yang bisa dipasang ditubuh dan tidak mudah terlepas. Setelah mendapatkan ide itu, ia pun langsung mencoba merealisasikannya.

Nick mencari modal agar impiannya itu terwujud. Caranya, ia membeli souvenir yang didapatkan dari Bali dengan harga USD 1.9 per buahnya kemudian ia jual lagi seharga USD 60 di Amerika. Dari situ, ia mengumpulkan modal yang banyak dan mencoba mengembangkan kamera Go Pro yang merupakan kamera yang idenya ia peroleh saat berselancar. Selama 2 tahun ia mengembangkan kamera tersebut sebelum dipasarkan secara luas.

Nick mulai mencari produsen kamera agar dapat lisensi untuk dikembangkan seperti design yang ia inginkan. Akhirnya brand kamera dengan nama Hotax asal China menjadi kamera yang akan dikembangkan Nick untuk menjadi sebuah Go Pro. Mulailah kamera tersebut ia kembangkan sendiri agar menjadi sebuah kamera action sesuai dengan impiannya selama ini.

Fakta menariknya, saat ia mencoba mengembangkan kamera Go Pro, ia memilih hidup di dalam sebuah VW Combi yang tua untuk mendapat inspirasi. Enggak cuma itu, ia juga bekerja selama 12 jam setiap harinya untuk mengembangkan kamera Go Pro.

Usahanya pun memberikan hasil, kamera ini mulai menyandang sebuah status sebagai kamera digital terlaris. Dengan ini Go Pro pun akhirnya mampu mengalahkan raksasa teknologi asal Jepang, Sony dalam hal penjualan kamera.

tags : gopro

Baca juga artikel pilihan untuk kamu...