Norman King, Orang Suku Pedalaman Ini Cumlaude di Universitas

LAZONE.ID - Sukunya sering direndahkan dan didiskriminasi.

Kata siapa anak suku pedaleman enggak bisa kuliah? apa lagi dengan lulusan cumlaude. Hal ini dibuktikan sendiri oleh Norman King, anggota suku pedalaman di Filipina bernama Suku Aeta yang berhasil lulus dari Universitas Filipina-Manila yang meraih cumlaude.

Suku Aeta termasuk di antara 110 kelompok etnografi yang tersebar di seluruh kepulauan Filipina. Suku Aeta biasanya tinggal di daerah hutan yang sangat sulit dijangkau di Luzon tengah dan selatan. 

Mereka ini masih sering berburu, mengumpulkan makanan, bertani atau berdagang untuk mencari nafkah. Tapi, saat ini ada juga sih anggota suku Aeta yang sudah berkeliaran di jalanan Filipina untuk mengemis makanan dan uang. 

Karena itu, suku Aeta sering banget direndahkan dan didiskriminasi. Bahkan, beberapa anggota suku Aeta juga diusir dari tanah mereka karena urbanisasi dan industrialisasi.

Tapi gue yakin, suku Aeta enggak akan lagi jadi kaum yang didiskriminasi, karena Norman berhasil membuktikan kalo sukunya layak diperlakukan seperti manusia pada umumnya. 

Norman merupakan lulusan Bachelor of Arts dengan jurusan Behavioral Sciences dan membuat dirinya sangat terkenal serta dibanggakan dalam sukunya.

Tapi di balik kesuksesannya, tentu ada peran orangtua. Seperti sang Ibu, Warlita King yang setia mendukung dan membiayainya. Padahal ibunya hanya bekerja sebagai seorang petugas kebersihan. 

Kerennya bro, sejarah yang tak terlupakan ini makin terkenal saat Norman melangkah ke atas podium dengan hanya mengenakan cawat tradisional suku Aeta. Setelah menerima ijazahnya, Norman membawa kakek dan ibunya ke podium bersama dirinya.

Enggak cuma itu, Norman juga mempersembahkan wisudanya untuk semua anggota suku Aeta. Untuk langkah ke depannya, Norman akan fokus terlebih dahulu dalam membantu suku Aeta dan membuat sebuah buku tentang sejarah sukunya. Ia juga ingin menjadi sebuah ilmuan suatu saat nanti. 

Embed :