Orang Indonesia yang lebih Disanjung di Luar Negeri

LAZONE.ID - Ada yang risetnya sampai ditutup pemerintah Indonesia.

Banyak yang bilang kalo masyarakat Indonesia paling suka sama produk dan karya dari luar negeri dibandingkan dengan karya milik orang Indonesia sendiri. Jadi jangan heran deh kalo banyak orang Indonesia yang lebih memilih berkarya di luar negeri. Ya soalnya di sana mereka lebih dihargai.

Bahkan, pemerintah juga masih sering mengabaikan karya orang Indonesia. Padahal negara-negara luar sangat antusias loh bro sama karya tersebut. Hal itu persis banget dialami sama tiga sosok di bawah ini, coba liat deh.

 

Demian Aditya

Lo pasti tau kan kalo Demian tampil di audisi America's Got Talent? nah ternyata masyarakat Indonesia malah banyak yang mencela aksinya dan enggak menghargai kerja kerasnya loh.

Demian pernah mencurahkan perasaanya di Instargam dan mengatakan kalo masyarakat Indonesia enggak menghargai seni sulap. Padahal netizen luar negeri sangat terpukau dengan aksi sulap Demian.

 

Muhammad Nurhuda

Kejadian miris juga dialami oleh Muhammad Nurhuda, dosen Universitas Brawijaya. Ia berhasil membuat kompor hemat bahan bakar dan ramah lingkungan berbasis biomassa dengan emisi gas buangnya jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Bahkan kerennya, penggunaannya hanya dengan kayu cacahan.

Tapi bro, ternyata enggak ada masyarakat Indonesia yang berminat membeli kompornya itu. Walaupun begitu, karya Nurhuda ini diapresiasi banget oleh Norwegia. Sampai-sampai kompor biomassanya ini diproduksi massal di Norwegia untuk dipasarkan ke negara-negara lainnya.

 

Ricky Elson

Ricky merupakan orang Indonesia yang kuliah dan bekerja di Jepang. Penemuannya dalam hal teknologi banyak dipatenkan di Jepang. Sampai akhirnya ia diminta pulang oleh Dahlan Iskan untuk mengembangkan teknologi mobil listrik.

Tapi, semuanya enggak berjalan dengan lancar. Karya Ricky Elson ditolak dan dianggap tak lulus uji emisi oleh pemerintah Indonesia. Mobil yang diberi nama SELO itu malah menarik perhatian Malaysia. Malaysia akhirnya membiayai riset mobil itu dan memboyong Ricky Elson beserta timnya.