Pramugari Airline Elit: Cantik, Disiplin 'Tentara'

LAZONE.ID - Lo pengen pacaran sama pramugari airline elit yang cakep dan keren banget itu?

Lo pengen pacaran sama pramugari airline elit yang cakep dan keren banget itu? Well, pramugari memang profesi yang terkesan glamour dan elit, apalagi untuk airline kelas dunia macam Emirates. Tapi juga menuntut disiplin tentara dan dedikasi tinggi. Asyik-asyik susah gitu deh bro. Sebelum mulai pedekate, loe mesti paham dulu pola hidup mereka bro.

Pertama, mereka dipusatkan di Dubai dan tinggal di apartemen yang jumlahnya mencapai 60 gedung bersama sesama pramugari dari 130an negara. "Kita nyari pegawai yang global atau mendunia. Jadi nggak keberatan terbang ke mana aja, ke kota yang belum pernah didatangi, nyoba makanan baru dan merasakan perbedaan di berbagai belahan dunia," kata Michael Gilchrist, manager rekruitmen. "Penumpang kita punya latar belakang beragam, jadi pramugari juga kudu terbuka dan mau mengenal siapa tamu kita. Pramugari kudu cepat beradaptasi."

Proses penerimaan pramugari maskapai elit ini, kata Gilchrist nggak ribet. Lamar aja secara online. Per hari, minimal ada pelamar dari lebih dari 50 kota di dunia mencoba peruntungan mereka.

Kalau sukses, contohnya bisa dilihat pada Tamara White, pramugari yang sudah dinas lebih dari dua tahun. "Proses assessment nggak lebih dari tiga menit. Mereka ngeliat profesionalisme kita daripada cantik fisik. Pribadi yang menyenangkan diperlukan di sini," cerita Tamara.

Begitu kerja dimulai, setiap bulan pramugari dapat jadwal terbang. Enaknya, jadwal bisa ditukar dengan teman, sehingga peluang lihat kota baru juga makin luas. Tapi, disiplin tinggi juga mengikuti. Seperti rambut panjang nggak boleh nyentuh leher. Mesti diikat rapi atau digelung. Lipstik kudu berwarna senada merah topi pramugari Emirates, begitu juga kalau cat kuku, mesti sewarna.

Maria Pedersen, awak udara dari maskapai ini juga menambahkan, ada training khusus seputar penampilan. "Termasuk cara pakai topi. Batasnya dua jari di atas alis," jelasnya. Laura Hellam, rekannya nambahin, "Dan jangan pernah pakai pakaian dinas di luar tugas, haram hukumnya. Keluar masuk bandara, juga saat take-off dan landing kudu pakai topi."

Satu lagi, mesti tahan capek karena penerbangan jauh nggak kurang dari enam jam sekali bertugas. Siap mental buat pedekate sama mereka, bro?