Sitor Situmorang, 'Pecandu' Ultra Trail

LAZONE.ID - Awalnya cuma iseng, malah jadi doyan. Dari Bromo, Rinjani sampai lari 166 km di pegunungan Alpen, Prancis.

Awalnya cuma iseng, malah jadi doyan. Dari Bromo, Rinjani sampai lari 166 km di pegunungan Alpen, Prancis.

Kalo udah hobby, mau seberat apa pun pasti senang-senang aja ngejalaninnya, bro. Sama seperti Sitor Torsina Situmorang, karyawan perusahaan asing yang kecanduan dengan ultra trail. Fisiknya patut diacungi jempol!

Lelaki yang udah berusia 43 tahun ini sebelumnya emang udah sering ikutan ultra marathon. Kurang lebih udah 12 kali lomba ultra marathon di berbagai negara diikutinya, bro. Sementara untuk ultra trail, Sitor mengaku awalnya cuma iseng doang. Ultramarathon sendiri merupakan lomba lari dengan jarak di atas 52 kilometer, sementara trail running merupakan ajang lari lintas alam.

Tepatnya di Singapura tahun 2012 lalu, bro. Dari situ, baru Sitor mulai kecanduan untuk ikutan ultra trail. Terhitung udah 6 lomba ultra trail yang diikuti Sitor. Menurut Sitor, ultra trail ngasih tantangan yang berbeda. “Saya jadi penasaran dengan tantangan-tantangan baru. Akhirnya sampai mengikuti ultra trail yang keras ini,” ujarnya.

Belum lama ini Sitor juga ikutan di ajang Ultra-Trail du Mont-Blanc, Prancis yang diklaim sebagai salah satu ultra trail yang paling sulit. Bayangin aja, lomba lari ini mengharuskan pesertanya untuk menempuh jarak sejauh 166 kilometer, dan rute larinya berada di pegunungan Alpen.

Ketinggian jalurnya 2.500 meter di atas permukaan laut, bro. Selain itu, lomba lari ini juga melewati tiga negara, Prancis, Italia, dan Swiss. Para peserta dituntut untuk bisa naklukkin setiap tantangan di segala kondisi cuaca. Biasanya sih, para peserta menghabiskan lebih dari 20 jam untuk menyelesaikan lomba lari yang sudah digelar sejak tahun 2003 ini.

Di Indonesia sendiri, ultra trail baru muncul sekitar dua tahun yang lalu. Tapi yang diakui secara internasional baru Mt. Rinjani Ultra dan Bromo Tengger Semeru Ultra. Kebanyakan dari lomba ultra trail ini juga digelar dengan skala internasional. Te o pe!