Sukses Bikin Aplikasi Buat Kesehatan Mental

LAZONE.ID - Sukses bantu banyak orang yang membutuhkan nih Bro

Bulan Februari lalu, Forbes Indonesia merilis daftar 30 under 30 yang isinya adalah 30 orang anak muda berpengaruh dan inspiratif di Indonesia. Di dalamnya, ada nama Audrey Maximiliani yang merupakan alumni dari Universitas Airlangga. Dirinya dianggap berpengaruh karena mampu menciptakan aplikasi konseling psikologi online yang kerahasiaannya terjamin. Aplikasi ‘curhat’ ini dapat membantu banyak orang dalam mengatasi keresahan dalam diri mereka.

Aplikasi tersebut bernama Riliv, pria yang akrab disapa Maxi ini berperan sebagai CEO dan co-founder di dalamnya. Kerennya, Maxi sendiri bukan merupakan seorang sarjana bidang Psikologi. Namun idenya ini berangkat dari fakta bahwa banyak teman-temannya di semester akhir kuliah yang membuat status galau dan sedih. Bukannya mendapatkan bantuan, curhat colongan tersebut malah mendapat ejekan dan bentuk cyberbullying lainnya.


Hal tersebut ditambah dengan fakta bahwa masih banyak orang yang menganggap pergi ke psikolog atau psikiater sebagai hal yang aneh. Makanya Maxi melihat peluang tersebut untuk menciptakan wadah yang aman untuk orang-orang mengutarakan keresahannya tanpa harus pergi langsung ke psikolog.

Awalnya, aplikasi bernama Riliv ini diikutsertakan pada sebuah kompetisi yang diadakan oleh Pemkot Surabaya. Karena menang, dirinya mendapatkan mentorship ke Google di Jepang. Lalu Riliv pun rilis resmi pada 9 Agustus 2015. Perlahan tapi pasti aplikasi tersebut terus berkembang hingga mendapatkan kepercayaan yang cukup tinggi dari masyarakat.

Gak cuma itu, seiring dengan potensi digital yang semakin besar, para psikolog profesional pun mulai bergabung dan jadi bagian dari Riliv. Kehadiran banyak psikolog profesional juga mengukuhkan integritas Riliv sebagai aplikasi konseling terpercaya untuk mencari solusi pada masalah kesehatan mental.


Makanya gak heran kalau Forbes Indonesia memasukkan namanya pada daftar 30 Under 30. Maxi membantu banyak orang untuk lebih aware dengan kesehatan mental di lingkungan sekitar, seperti halnya lingkungan pertemanan, pendidikan, maupun pekerjaan.