Sukses Dougy Mandagi Bersama The Temper Trap

LAZONE.ID - Sebelum menjadi vokalis The Temper Trap, Dougy pernah menjadi seorang pelukis potret, karyawan toko, serta mengamen.

Siapa yang tak kenal dengan band bergenre alternative rock asal Melbourne, The Temper Trap? Khususnya vokalis kelahiran Manado yang bernama Dougy Mandagi. 

Lahir dari tradisi keluarga seni dan penyuka musik. Sang ayah Dougy adalah penggemar musik country dan keluarganya sangat kental dengan tradisi gereja. Dougy merupakan anak dari pria keturunan seorang pahlawan nasional di Indonesia yang ikut berjuang merebut kemerdekaan, Arie Lasut. 

Di saat usianya baru menginjak 6 tahun, ayahnya wafat akibat kecelakaan pesawat bersama dua pamannya, meninggalkan Dougy dan ibunya. Ia pernah hidup berpindah-pindah dari Hawaii, Manado, Bali sampai akhirnya mengejar impian bersekolah seni di Melbourne. 

Namun, Dougy tak berhasil bersekolah seni dan mulai melakukan pelarian ke musik. Di Melbourne, Dougy juga pernah menjadi seorang pelukis potret, karyawan toko, serta mengamen.
 


Pertemuannya dengan personel band lainnya bermula dari Toby yang kini menjadi drumer. Keduanya mulai berlatih. Kemudian, Dougy bertemu dengan Jonny yang sekarang menjadi pemain bas. 

Selama setahun, ketiga berlatih sambil menggelar beberapa pertunjukan kecil. Band belum lengkap tanpa personel dan pemain gitar yang akhirnya diisi oleh Lorenzo. Band bernama The Temper Trap pun dibentuk. 

Lagu ciptaannya 'Sweet Disposition' dilirik berbagai jingle iklan dan film '500 Days of Summer' pun memasukkan sebagai original soundtrack. Lagunya berhasil memenangkan sejumlah penghargaan bergengsi di ajang Grammy-nya Australia, ARIA Awards. Salah satu penampilan memukau The Temper Trap saat babak final AFL 2012 di Melbourne.