Taklukkan Le Mans Tanpa Kaki Dan Tangan

LAZONE.ID - Ini dia pembalap paling tangguh, Frederic Sausset. Menaklukkan salah satu sirkuit terganas dengan tubuh gak sempurna.

Frederic Sausset memang punya kelemahan, kedua tangan dan kakinya sudah diamputasi karena penyakit yang dideritanya. Tetapi ia punya kelebihan luar biasa, semangatnya melebihi orang-orang yang punya anggota badan lengkap. Ia berencana turun di balapan 24 jam, Le Mans 24 Hours 2016.

Le Mans 24 Hours, merupakan ajang balap ketahanan 24 jam bergengsi yang sungguh-sungguh jadi pembuktian kekuatan fisik dan skill pembalap.

“Sebuah tragedi takkan selamanya jadi hal buruk. Tragedi bisa mengubah sesuatu menjadi hal yang penting,” yakin Sausset saat mengenang keterpurukannya saat menerima keputusan amputasi. Dokter tidak punya jalan lain untuk menyelamatkan nyawanya sebelum penyakitnya merembet hingga ke badan.

Untuk menyiapkan diri di ajang balap bergengsi dan prestisius ini, Sausset mengakui, tidak cukup hanya memahami semua seluk-beluk lomba. Apalagi sampai ia mendapat dukungan penuh istrinya untuk turun balap.

Sausset menyelesaikan lap di sirkuit Bugatti kecil pada massa diproduksi Audi RS3 dengan catatan waktu 2 menit dan 5 detik. Ini hanya terpaut tiga detik dari Christophe Tinseau, pembalap yang menjuarai Le Mans 24 Hours 11 kali.

Berkat dukungan dari banyak perusahaan, produsen mobil, olahragawan dan usaha lainnya, pembalap Perancis ini akan balapan dengan prototipe LMP2. Mobil ini punya kontrol khusus di bawah paha untuk mengoperasikan pedal gas dan rem. Kemudi akan dioperasikan dengan bantuan tangan palsu yang melekat di lengan kanan Sausset.

Jika impian Sausset ini terwujud, ia akan menjadi pembalap penyandang cacat kedua yang mengambil bagian dalam lomba ketahanan terpenting dalam satu tahun terakhir. Sebelumnya Alex Zanardi juga turun di balap 24 Jam, pada Juli lalu dengan kondisi tubuhnya yang juga gak normal.