Cerita Manusia Perahu di Batam

LAZONE.ID - Kisah pilu yang nyata di masa lalu, warga Vietnam mengungsi ke Batam dan dijuluki manusia perahu.

Di Pulau Galang Batam, alkisah di tahun 1975, warga Vietnam mengungsi ke sana. Modal mereka, cuma perahu kayu kecil yang muatannya berlebih. Satu perahunya bisa memuat 40 sampai 100 orang. penuh, sesak-sesakan dan malah sampai ada yang meninggal di perjalanan.

Mereka mengungsi ke Batam, alasannya karena Perang Vietnam antara Vietnam Utara (komunis) dan Vietnam Selatan. Meski sudah selesai perangnya masih menimbulkan trauma hebat. Korban jiwanya, mencapai 2 juta nyawa yang meninggalnya banyak penyebabnya. Dari diberantas oleh tentara komunis karena tak mau ikut ajarannya, ada yang kelaparan dan tak punya tempat hidup lagi.



Maka ratusan warga Vietnam lebih memilih mengungsi ke negara lain. Salah satu negara yang jumlah pengungsi dari mereka yang terbanyak, mencapai 200 ribu orang adalah di Pulau Galang, di Batam itu. Pemerintah Indonesia dan PBB, atas dasar kemanusiaan turut membantu dengan mendirikan kamp dan menjanjikan kehidupan di sana.

Para pengungsi yang hanya memakai perahu kecil itu, diberi julukan manusia perahu. Mereka hidup dengan layak walau seadanya di sana. Tapi namanya manusia nggak ada yang nggak jahat. Udah jadi pengungsi, beberapa di antaranya jadi orang jahat dengan suka mencuri dan memerkosa sesama pengungsi.

Akhirnya di tahun 1996-an, pemerintah Indonesia membawa mereka kembali pulang. Dengan jaminan keamanan dari PBB, manusia perahu kembali ke negaranya lagi. Kini bekas kampnya jadi tempat wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi di Batam. Asyik juga buat foto-foto bro!