Danau Kaco Nggak Kacau

LAZONE.ID - Namanya belum seterkenal Danau Toba atau Danau Kerinci. Tapi Danau Kaco di Jambi membuat mata kita enggan berkedip saat melihatnya.

Namanya emang aneh, Danau Kaco. Bagi orang Jakarta, kaco bisa diartikan sebagai kacau (karena dianggap bahasa slank). Namun bagi masyarakat setempat, Kaco yang dimaksud memiliki arti kaca.

Danau kaco adalah danau seluas 90 meter persegi di Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Jambi. Lokasinya masih masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Namun di Jambi sebenarnya sudah ada Danau Kerinci dan Danau Gunung Tujuh yang lebih populer.

Memang luas danaunya nggak besar. Apalagi karena ada di dalam hutan dan harus trekking sekitar 1 jam lebih, bikin orang-orang mikir dua kali karena takut capek. Seperti peribahasa berenang-renang ke hulu, berakit-rakit ketepian, bersusah-susah dulu baru bersenang-senang kemudian, Danau Kaco membayar rasa lelah kita.

Sesuai arti namanya danau ini sebening kaca. Saking beningnya, keliatan tuh dasar danaunya yang banyak bebatuan dan batang-batang pohon yang tumbang. Selain jernih, warna airnya juga biru. Cakep banget bro, sumpah!

Keunikannya lagi, saat bulan purnama, permukaan air danaunya akan memantulkan cahaya bulan. Sehingga danaunya terlihat terang di kala malam. Seolah-olah, danaunya mengeluarkan cahaya ke arah langit. Katanya sih, masih banyak kandungan intan di dalam danaunya jadinya bisa mantulin cahaya giitu.