Hunza Valley, Every Man 'Dreamland'

LAZONE.ID - Seperti apa sih liburan impian loe? Saat loe bisa menikmati hidup dalam slow motion? Di tengah alam yang luar biasa keren sekaligus menantang adrenalin?

Seperti apa sih liburan impian loe? Saat loe bisa menikmati hidup dalam slow motion? Di tengah alam yang luar biasa keren sekaligus menantang adrenalin? Saat yang biasanya 'terlarang' jadi sah-sah aja?

Loe bisa menikmati semua ini di Hunza Valley, provinsi Gilgit Baltistan, Pakistan Utara. Inilah dreamland paling nyata dan komplet buat laki-laki dan petualang. Bisa dicapai dari Islamabad ataupun Cina lewat Karakoram Highway, jalan raya yang membentang dari Kashgar (China) hingga Islamabad (Pakistan).

Lembah di negara yang diapit pegunungan Karakoram, Himalaya dan Hindukush ini memang punya semuanya. Yang doyan tantangan alam, Hunza Valley diapit oleh gunung-gunung eksotik setinggi lebih dari 7000 meter. Yaitu Rakaposhi, Diran Peak, Passu Peak, Lady Finger, Ultar Sar, Passu Chatedral, Golden Peak, dan sebagainya.

Basecamp untuk pendakian ke gunung-gunung itu bisa dicapai dengan mudah dari jantung Hunza Valley, Karimabad. Karimabad merupakan pusat ‘keramaian’ wisata di Hunza Valley. Tempat puluhan hotel, cafe hingga art shop menjajakan handicraft sampai paket dan perlengkapan adventure.

Pemandangannya, luar biasa bro. Hunza terkenal dengan wanita-wanitanya yang cantik, wajah-wajah eksotik Asia Tengah. Mirip dengan wajah-wajah di Afghanistan, Tajikistan, Kyrgyztan, Uzbekistan hingga Turki.

Yang paling luar biasa, lembah-lembah di Hunza merupakan habitat yang subur untuk tumbuhan cannabis. Dalam bahasa lokal disebut tunch. Tumbuh di sepanjang pinggiran jalan, kebun dan pekarangan rumah di ketinggian 2900an meter diatas permukaan laut.
"Tumbuhan untuk bikin hashish. Ilegal untuk warga Pakistan, tapi legal untuk foreigners. Kami mengeringkannya untuk bumbu sup yang hanya disajikan saat musim dingin," kata Fazal, seorang pemandu wisata di Hoper Glacier, Hunza.