Jalan-jalan ke Kamboja, Makannya Tarantula

LAZONE.ID - Tarantula sudah jadi camilan orang-orang Kamboja. Ukurannya besar, bisa setelapak tangan manusia.

Tiap negara punya kuliner ekstrim bro. Salah satu negara di Asia Tenggara, memiliki kuliner yang bisa bikin loe mikir dua aatau tiga kali untuk memakannya. Nggak heran sih, kulinernya adalah tarantula!

Tarantula adalah jenis laba-laba yang besar dan berbulu. Tarantula memiliki racun (theraphosidae), namun tidak terlalu berbahaya bagi manusia. Yang harus diwaspadai adalah infeksi akibat gigitan dari mulut tarantula yang bisa jadi mengandung bakteri berbahaya, seperti tetanus, dan bakteri lainnya.

Tapi apa jadinya kalau tarantula justru digoreng dan dimakan? Inilah kuliner ekstrim dari Kamboja. Baik di wilayah perkotaan atau desa-desa, loe akan mudah nemunin rumah makan dan gerboak di pinggir jalan yang jual itu.
 


Warnanya hitam dan bentuknya masih jelas. Ukurannya beragam, paling besar setelapak tangan manusia. Kalau kata orang sana sih, pas digigit rasanya kayak udang. Glek...

Mungkin loe bertanya-tanya, kenapa tarantula jadi camilan. Sejarahnya begini bro, di tahun 1970-an kala itu Kamboja dalam masa pemerintahan Khmer Merah yang keji. Warga yang melawannya, bakal dihabisi dengan cara dibiarkan kelaparan. Demi survive, mereka makan apa saja termasuk tarantula.

Walau kini sudah damai dan Kamboja juga jadi negara berkembang, faktanya memakan tarantula justru sudah menjadi tradisi di sana. Harga satu tarantula kalau dirupiahkan cuma Rp 13 ribu saja. Mau makan?