Masjid Unik ini Dibangun Menggunakan Putih Telur

LAZONE.ID - Sudah berumur 200 tahun lebih.

Di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, ada sebuah destinasi yang sangat unik nih bro. Yap, ada masjid yang dibangun dengan menggunakan putih telur. Masjid yang bernama Masjid Raya Sultan Riau ini sudah berumur sekitar 200 tahun lebih.

Ternyata, putih telur dan kapur memang sengaja digunakan sebagai bahan perekat untuk memperkuat beton bagian kubah, menara dan bagian tertentu lainnya.

Masjid ini pertama kali dibangun pada tahun 1803 dengan luas 18x20 meter. Sampai saat ini, Masjid ini masih berdiri kokoh dan menjadi destinasi wisata religi di Kepulauan Riau. Jadi jangan heran kalo Masjid ini juga menjadi landmark dan simbol Pulau Penyengat.

Daya tarik Masjid ini enggak hanya sekedar warna kuning kehijauan yang sangat mencolok. Katanya, Masjid ini merupakan simbol kebesaran Kerajaan Melayu di masa lalu yang berkuasa hingga Pahang, Johor, dan Singapura.

Sejarahnya, Masjid ini dibangun oleh Sultan Mahmud tahun 1803 yang direnovasi pada masa pemerintahan yang Dipertuan Muda Riau VII Raja Abdul Rahman pada tahun 1832.

Enggak cuma itu, Pulau Penyengat sendiri sejak awal dikenal sebagai mas kawin atau mahar Raja Riau-Lingga, Sultan Mahmud Syah kepada permaisurinya, Engku Putri atau Raja Hamidah tahun 1801. Masjid yang masih berdiri megah sampai sekarang adalah salah satu warisan Kerajaan Riau Lingga.

Masjid ini lumayan besar bro, dengan panjang 20 meter dan lebar 18 meter. Nah, di setiap sudut bangunan ada empat menara yang dijadikan tempat untuk mengumandangkan azan.

Selain itu, ada juga 13 buah kubah berbentuk seperti bawang sehingga jumlahnya mencapai 17 buah sebagai simbol rakaat sholat wajib lima waktu. Di masjid ini, lo juga bisa menemukan Al Quran tulisan tangan yang dibuat sekitar abad ke-18 dan dipelihara dengan baik hingga sekarang ini.