Pesona Kota Tua Dari Jaman Batavia

LAZONE.ID - Dari dulu hingga sekarang, pesona Kota Tua yang ada di Jakarta nggak pernah berubah. Masih terlihat jelas sisa-sisa keanggunan dan kejayaan kota Batavia di masa lampau.

Bangunan-bangunan tua punya daya tarik tersendiri, khususnya bagi para pecinta hal-hal klasik. Nah, jika kamu adalah salah satu yang menyukai hal-hal berbau vintage, maka nggak ada salahnya untuk mengunjungi Kota Tua Jakarta. Daerah yang terletak di tepi timur Sungai Ciliwung ini dahulu bernama Batavia Lama atau Oud Batavia.

Daya tarik tempat ini ternyata udah masyhur sejak abad ke-16. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya pelayar dan pedagang dari Eropa yang singgah di kota ini. Dari situlah seorang pelayar asal Inggris bernama James Cook bahkan menyebut tempat ini sebagai The Pearl of Orient atau Mutiara Dari Timur. Pemerintah Belanda pun dulunya sengaja mendesain kota ini sebagai salinan ibu kota Belanda, Amsterdam. Dari situ, lagi-lagi Jakarta mendapat julukan Koningen van Oosten atau Ratu dari Timur.

Dengan luas mencapai 139 hektar, daerah ini didominasi oleh bangunan arsitektur Eropa dan sentuhan oriental yang dibangun dari abad ke-17. Kemudian wilayah ini diperluas sampai 846 hektar dengan wilayah meliputi Pelabuhan Sunda Kelapa, Pasar Ikan hingga ke Pecinan Glodok. Tapi, wilayah inti tetap meliputi bangunan balaikota atau Museum Fatahillah dan sekitarnya.

Seperti yang kamu tahu, sebelum mengambil nama Jakarta, kota ini dahulu bernama Jayakarta. Lalu pada sekitar tahun 1610 Jayakarta dan Sunda Kelapa diambil alih oleh VOC dan berganti nama menjadi Batavia. Lalu pada 1942, sejak Indonesia diduduki Jepang, Batavia berganti menjadi Jakarta sampai sekarang.

Untungnya, hingga saat ini masih ada beberapa bangunan asli yang masih dipertahankan. Kota Tua di jakarta ini bisa banget jadi salah satu alternatif tempat yang wajib kamu kunjungi ketika singgah di ibukota.