Stop! Jangan Datang ke 5 Pulau Berbahaya Ini

LAZONE.ID - Pulau-pulau ini memang punya bentang alam yang cantik. Namun bagi loe yang mau ke sana harus pikir ratusan kali, karena sangat berbahaya dan mematikan!

Kalau mendengar pulaiu terpencil yang cantik dan nggak dihuni orang, loe pasti mau ke sana aja rasanya. Liburan sampai puas tanpa diganggu hiruk pikuk orang lain dan kendaraan. Tapi jangan salah pilih pulaunya ya! Karena 5 pulau ini cantik tapi berbahaya!

1. Pulau Farallon, Amerika

Pulau Farallon lokasinya ada di lepas pantai dari San Francisco, Amerika Serikat. Ini adalah Wildlife Refuge Alami bagi paus, anjing laut dan hiu, dan rumah bagi banyak burung laut. Suasanya masih sangat alami dan lautannya biru jernih.

Ternyata selama bertahun-tahun, 1946-1970, laut di daerah itu digunakan sebagai tempat pembuangan limbah nuklir. Resikonya terhadap lingkungan tidak diketahui secara pasti, tapi diyakini bahwa upaya mengangkat kontainer-kontainer limbah dari daerah pulaunya dan sekitarnya akan justru akan lebih berbahaya. Seluruhnya ada ada 47.500 drum yang masing-masing berkapasitas 55 galon. Itu limbah berbahaya yang banyak banget!

Foto: en.wikipedia.org

2. Pulau Ilha de Queimada Grande, Brazil

Sebagai negara tropis Brazil dikenal dengan pulau-pulau dan pantai-pantai eksotis. Nyatanya nggak semua pulau di sana bisa loe datangin bro. Ada yang berbahaya yang salah satunya namanya Ilha de Queimada Grande. Dari udara, pulau ini terlihat cantik dengan hutan belantara, gunung yang tinggi dan pantainya.

Pulau dengan luas 430.000 meter persegi (110 hektar) faktanya dijuluki sebagai Pulau Ular. Ular yang ada disana pun bukan sembarang ular. Tiga dari empat spesies ular yang didokumentasikan di Ilha de Queimada Grande adalah ular beludak berbisa. Bothrops insularis, Golden Lancehead, adalah salah satu ular paling mematikan di Bumi.

Foto: atlasobscura.com

3. Bikini Atoll, Mikronesia

Mikronesia adalah daerah di Samudera Pasifik yang punya banyak pulau eksotis, nggak jauh beda sama Maladewa. Dari sekian banyak pulau di sana cuma satu yang nngak boleh loe datangin yang namanya Bikini Atoll.

Operasi Crossroads, yang berlangsung pada tahun 1946, terdiri dari serangkaian peledakan nuklir di Bikini Atoll, di Kepulauan MarShall. Salah satu ledakan tersebut adalah ledakan Baker yang menghasilkan air yang sangat radioaktif yang mengkontaminasi berbagai kapal terdekat yang kemudian perlu didekontaminasi. Terus pada bulan Maret 1954, Amerika Serikat juga meledakaan bom hidrogen pertama di Bikini Atoll dalam Operasi Kastil Bravo. Intinya pulau ini terkena radioaktif sehingga banyak penduduknya mengungsi. Banyak dari mereka yang mengalami masalah kesehatan dan keguguran.

Foto:  en.wikipedia.org

4. Pulau Okunoshima, Jepang

Pulau Okunoshima dijuluki juga sebagai Pulau Kelinci. Lucu banget karena ada banyak kelinci yang imut-imut di sana. Sayang sejarahnya sangat kelam, karena pulau ini dulunya adalah tempat pabrik gas beracun Jepang.

Enam kiloton gas mustard diproduksi di sini, dengan kelinci digunakan sebagai hewan laboratorium. Pas perang selesai, Sekutu menyingkirkan semua gas beracun. Anak-anak kecil yang menemukan kelinci percobaan di sini membiarkan mereka lepas dan sekarang kelinci-kelinci tersebut telah berkali-kali lipat jumlahnya. Okunoshima telah di dekontaminasi, namun mungkin masih ada sisa-sisa gas yang sekutu kuburkan di sini yang belum terungkap dan sangat amat berbahaya!

Foto: en.wikipedia.org

5. Pulau North Sentinel, India

Tampak jauh, North Sentinel terlihat indah dengan pantai berpasir putih yang mengelilinginya. Lokasinya di Kepulauan Andaman, yang kalau di peta itu di tengah-tengah antara Pulau Sumatera dan India. Mau mampir ke sana, eits jangan pernah! Suku Sentinel yang menempati pulaunya tidak suka dengan pendatang.

Mereka akan memanah dan menombak orang-orang yang datang ke sana, malah pemerintah India yang mau datang dan memberi bantuan pasca tsunami tahun 2004 malah ditolak helikopternya dipanah. Sukunya yang berjumlah 200an orang benar-benar menutup diri dan nggak mau dikunjungi siapa pun. Walau dikasih makanan, mereka tetap melawan.

Foto : forbes.com