Yogya Punya Masjid Bawah Tanah Bro!

LAZONE.ID - Masjid ini berlokasi di bawah tanah, bentuknya melingkar dan sudah ada sejak tahun 1765

Biasanya orang yang liburan ke Yogya menghabiskan waktu di Malioboro, Candi Prambanan atau menjelajahi daerah Gunungkidul. Ternyata ada satu lagi tempat yang harus loe kunjungi di sana, masjid bawah tanah yang namanya Masjid Sumur Gumuling.

Masjid Bawah tanah ini masih berada dalam kawasan keraton Yogya dan merupakan bagian dari salah satu fasilitas komplek taman sari yang dahulunya digunakan sebagai komplek permandian Raja Yogya. Masjid yang berbentuk melingkar dengan rongga-rongga jendela di masing-masing sisinya ini sekaligus digunakan sebagai benteng pertahanan keraton.

Masjid ini terdiri dari dua lantai dimana lantai bawah dipakai oleh jemaah wanita dan lantai atas untuk jemaah pria. Masjid ini dinilai sudah didirikan tahun 1765 dan merupakan peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono I. Namun masjid ini sudah tidak difungsikan lagi sejak tahun 1812, setelah keraton Yogyakarta membangun Masjid Gedhe Kauman yang berada di sebelah barat Alun-alun lor Yogyakarta.

Bentuk bangunannya yang melingkar, menjadikan suara Anda akan bergema di dalam masjidnya. Hal ini pun merupakan teknologi yang digunakan oleh masyarakat pada zaman dulu. setiap lantai dapat kita temui ruangan tersendiri untuk imam yang memimpin solat.

Kedua lantai dihubungkan dengan lima buah tangga yang melintang ditengah-tengah ruangan masjid tersebut, disertai kolam untuk berwudhu tepat di bawah tangga. Tangga tersebut berjumlah lima, yang mengartikan jumlah waktu salat umat Islam dan jumlah rukun Islam. Selain letaknya di bawah tanah keunikan lain dari masjid ini adalah bangunan ini tidak menggunakan semen untuk merekatkan batu bata. Putih telur digunakan sebagai media perekat batu bata, namun tidak ada yang mengetahui berapa banyak putih telur yang digunakan untuk membangun masjid ini. Yuk, ke sana!