Siapa salah satu bigman modern terbaik? Menurut Bromin, Chris Bosh salah satunya. Dia punya fisik besar, jago rebound, dan bisa menembak 3 points.

Baru-baru ini Chris Bosh terpilih menjadi pemain termuda yang mendapatkan Naismith Memorial Basketbal Hall of Fame 2021. Sesuatu yang bisa kita tebak sebelumnya, karena memang dia pantas mendapatkannya.

Ngomongin soal karier Bosh, bermula ketika  bermula di tahun 2003 ketika jadi NBA Draft seangkatan dengan LeBron, Wade, dan Melo. Toronto Raptors pun berhasil mendapatkannya.


Toronto Raptors (2003-2010)
Bersama Raptors, Bosh menjadi NBA All-Star lima kali. Di musim 2006-07, Bosh membawa Raptors ke playoff untuk pertama kalinya setelah 5 tahun. Di musim 2008, ia bermain untuk timnas USA dalam Olympic Games Beijing dan berhasil mendapatkan medali emas. Tahun 2010 menjadi musim terakhirnya di Raptors dan ia menorehkan diri sebagai franchise all time leader untuk poin, rebound, block, dan menit bermain.


Miami Heat (2010-2017)
Di Miami Heat, Bosh bergabung dengan Dwyane Wade dan LeBron James dalam Big Three. Bersama trio ini, Heat selalu tampil di Final NBA dari tahun 2011 hingga 2014, dan memenangkan cincin championship NBA pada 2012 dan 2013. Untuk menghormati Bosh, Heat pun mempensiunkan jersey no-1 di tahun 2021. 

Selama 13 musim di NBA, Chris Bosh memainkan 893 games dan mencatatkan poin 17.189 (19.2 ppg), rebound 7.592 (8.5 rpg), dan asis 1.795 (2 apg). Ia juga mencatatkan rating defensive 105. Sehingga, Bosh dikenang sebagai role model bigman modern yang gak cuma modal badan gede, tetapi bisa juga 3 point. Sekarang, model ini diikuti oleh Anthony Davis, Bam Adebayo, sampai Ben Simmons.

Sayang karier Bosh gak panjang, karena masalah penggumpalan darah di paru-paru dan betisnya. Namun, menurut Bromin, dia telah ngasih Legacy buat kita semua dan Hall of Fame 2021 itu pantas buatnya. Congrats, Bosh!