Isaiah Thomas, mantan bintang Boston Celtics ini punya karir basket yang bisa dibilang udah kayak roller coaster. Pemain yang akrab dipanggil IT ini emang bisa dibilang udah dipandang sebelah mata sejak momen pertama dia masuk NBA. Pas dia di draft oleh Sacramento Kings dia dipilih di urutan ke 60 (Last Pick) tahun 2011. Kesempatan itu nggak disiasiakan sama IT. Dia beberapa kali menyabet gelar rookie of the month dan juga mencatat triple double pertamanya bersama Kings.



Terlepas dari performa cemerlang IT, dia tetep di trade ke Phoenix Suns. Bermain selama semusim di Suns, dia di trade lagi ke Boston Celtics. IT kayak nemuin rumah yang cocok buat dia pas main bareng Celtics. IT kepilih 2 kali NBA Allstar dan berhasil nganterin Celtics ke final wilayah timur yang mana bisa dibilang prestasi terbaik Celtics sejak gelar juara terakhirnya. Di akhir 2017 IT ngalamin cidera pinggang dan di trade ke Cleveland Cavaliers. Sejak itu performanya menurun dan minutes playnya perlahan berkurang. Sampai pada akhirnya IT kehabisan team yang mau pakai dia.



Tapi IT nggak nyerah disitu, dia tetep focus buat balikin kondisi bareng trainernya dan muncul di berbagai turnamen pro-amateur yang ada. Tapi usahanya belum berbuah manis, masih belum ada tim NBA yang mau manggil dia lagi. Sempet beredar footage IT lagi nangis frustasi setelah berhasil nyetak 81 poin di salah satu Pro-Am game.

Isaiah Thomas seakan ngeliat secercah harapan pas dipanggil sama timnas USA buat main di kualifikasi FIBA World Cup bulan November kemarin. Dan tentunya IT main ciamik di laga lawan Mexico dan Cuba. Performa baik IT ini disambut dengan datangnya tawaran dari G League. IT udah sign kontrak sama G League buat main di showcasenya. Kalau semua berjalan lancer bukan gak mungkin IT bakalan come back ke NBA . Good luck IT, basketball world need you!