Jevon adalah satu dari sedikit pemain asal Kalimantan yang pernah merasakan pengalaman bertanding di luar negeri bareng tim Challenge The World. Pemain asal Balikpapan, Kalimantan Timur, yang keliatannya pendiam ini sebenarnya menyimpan banyak cerita sebelum ia berangkat dan akhirnya berhasil ikut ke Taipei pada tahun 2018.

Ia pertama kali ikut serta di scouting talent ketika timnya Pom Pom Boyz berhasil menjadi juara di Samarinda. Di event tersebut Jevon juga terpilih menjadi pemain terbaik, karena selain bermain bagus sepanjang event, di game pamungkas penentuan juara atau tidaknya, 2 freethrow nya berhasil masuk dan membawa timnya Juara.

Setelah akhirnya masuk ke training camp, tantangan berat sudah menunggu nya. Gimana ngga, karena pada tahun 2018 hampir seluruh pemain yang ada di training camp adalah pemain pro dan ex pro. Sebut aja Kelly Purwanto, Abraham Wenas, Stefan Carsera, Andrey Rido dan masih banyak yang lainnya.

Kemampuan Jevon pun bertambah pesat di TC, karena latihan keras dan visi bermain dari legenda streetball dunia, Joey Haywood aka The Kinghandles yang menjadi pelatih tamu kala itu.

Musibah datang ketika H-7 sebelum keberangkatan ke Taipei, di sesi latihan ringan Jevon cedera ankle karena salah mendarat. Anklenya bengkak dan diperkirakan butuh 2 minggu untuk bisa pulih. Tim pelatih memutuskan untuk tetap memberangkatkan Jevon dan langsung mengirimnya ke fisio untuk dilakukan pemulihan.

Meski di hari keberangkatan anklenya sudah lumayan membaik tapi beberapa game kedepan Coach Joko merasa harus melihat situasi dan kondisi untuk Jevon. Karena dikhawatirkan jika dipaksa akan malah membuat cedera nya makin parah.

Bromin inget banget saat itu, Jevon di game kedua udah berharap bisa main. Sekalipun masih nyeri di anklenya. Tapi keinginannya mengalahkan rasa sakitnya tersebut. Waktu itu pun datang ketika ia dimainkan di game vs NTUA Sharks, disitu ia membayar kepercayaan pelatih untuk seengganya berlari terus sepanjang game, make a couple good defense, dan membuat beberapa assist ke temen-temen satu timnya.

Setelah pertandingan, bromin coba tanya sama Jevon dan ini jawabannya :

“Buat gue, nyeri di ankle ini gak ada apa-apanya dibanding harus ikut ke Taipei tapi gak main sama sekali. Meskipun kontribusinya ga maksimal, tapi selalu kasih yang terbaik kalo pelatih udah percaya sama kita. Jangan kasih liat kalo lo sakit atau apa dilapangan karena musuh gak akan kasian sama kita”

Emote api 3x ini mah omongannya Jevon! Kereeen